Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto berencana mengecek langsung aktivitas belajar di ruang-ruang kelas sekolah-sekolah di berbagai daerah Indonesia menggunakan perangkat papan tulis pintar/interactive flat panel (IFP) yang saat ini telah disalurkan ke sejumlah sekolah.
Di hadapan kepala-kepala daerah dan pejabat negara pemerintah pusat, Presiden Prabowo mengumumkan saat ini pemerintah telah menyalurkan 282.180 papan tulis pintar ke berbagai sekolah di Indonesia, termasuk di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Hampir semua sekolah, termasuk yang terluar, dan yang terpencil, yang tertinggal, sudah menerima (papan tulis pintar), di pulau-pulau terpencil, di gunung-gunung tertinggi, mereka sudah punya panel interactive," kata Presiden Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Presiden menargetkan tiap sekolah minimal punya tiga unit papan tulis pintar. Penambahan papan tulis pintar itu ditargetkan terwujud seluruhnya pada 2026.
"Tahun ini saya tujuannya adalah tiap sekolah minimal dapat dua lagi, minimal sehingga nanti dapat tiga ruang kelas. Mudah-mudahan empat ruang kelas. Akhir 2028-2029 setiap ruang kelas di seluruh Indonesia akan punya interactive digital panel. Artinya apa? Kita bisa mengajar dari Jakarta. Sekolah-sekolah yang gurunya kurang, yang guru matematikanya kurang, guru Bahasa Inggris kurang, guru fisika, guru biologi, kita bisa menerima pengajaran dari pusat, interaktif. Saya sebetulnya nanti, ujungnya, saya bisa lihat ruang kelas gurunya ada atau tidak," ujar Presiden.
Digitalisasi ruang-ruang kelas di sekolah-sekolah merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang telah dilaksanakan sejak 2025. Tidak hanya menyalurkan papan tulis pintar, Presiden juga memerintahkan jajarannya untuk segera merenovasi puluhan ribu sekolah-sekolah di berbagai daerah Indonesia.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan pemerintah berencana menambah hingga tiga unit IFP sehingga tiap sekolah memiliki empat unit papan tulis pintar.
Abdul Mu'ti meyakini adanya papan tulis pintar itu akan memudahkan guru dalam kegiatan belajar-mengajar, karena alat tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik untuk para siswa.
IFP sendiri berbeda dengan smart board biasa, karena IFP merupakan perangkat all-in-one yang berfungsi sebagai monitor, komputer, sekaligus papan tulis digital interaktif. Perangkat tersebut dapat digunakan tanpa koneksi internet, dengan materi pembelajaran yang dapat diunduh melalui kanal Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.
Baca juga: Prabowo singgung digitalisasi pendidikan, akan ada enam IFP tiap sekolah
Baca juga: Prabowo: Program MBG Indonesia dipelajari pakar Gedung Putih
Baca juga: Prabowo ajak seluruh elemen bangsa berjuang hapus kemiskinan
Di hadapan kepala-kepala daerah dan pejabat negara pemerintah pusat, Presiden Prabowo mengumumkan saat ini pemerintah telah menyalurkan 282.180 papan tulis pintar ke berbagai sekolah di Indonesia, termasuk di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Hampir semua sekolah, termasuk yang terluar, dan yang terpencil, yang tertinggal, sudah menerima (papan tulis pintar), di pulau-pulau terpencil, di gunung-gunung tertinggi, mereka sudah punya panel interactive," kata Presiden Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Presiden menargetkan tiap sekolah minimal punya tiga unit papan tulis pintar. Penambahan papan tulis pintar itu ditargetkan terwujud seluruhnya pada 2026.
"Tahun ini saya tujuannya adalah tiap sekolah minimal dapat dua lagi, minimal sehingga nanti dapat tiga ruang kelas. Mudah-mudahan empat ruang kelas. Akhir 2028-2029 setiap ruang kelas di seluruh Indonesia akan punya interactive digital panel. Artinya apa? Kita bisa mengajar dari Jakarta. Sekolah-sekolah yang gurunya kurang, yang guru matematikanya kurang, guru Bahasa Inggris kurang, guru fisika, guru biologi, kita bisa menerima pengajaran dari pusat, interaktif. Saya sebetulnya nanti, ujungnya, saya bisa lihat ruang kelas gurunya ada atau tidak," ujar Presiden.
Digitalisasi ruang-ruang kelas di sekolah-sekolah merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang telah dilaksanakan sejak 2025. Tidak hanya menyalurkan papan tulis pintar, Presiden juga memerintahkan jajarannya untuk segera merenovasi puluhan ribu sekolah-sekolah di berbagai daerah Indonesia.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan pemerintah berencana menambah hingga tiga unit IFP sehingga tiap sekolah memiliki empat unit papan tulis pintar.
Abdul Mu'ti meyakini adanya papan tulis pintar itu akan memudahkan guru dalam kegiatan belajar-mengajar, karena alat tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik untuk para siswa.
IFP sendiri berbeda dengan smart board biasa, karena IFP merupakan perangkat all-in-one yang berfungsi sebagai monitor, komputer, sekaligus papan tulis digital interaktif. Perangkat tersebut dapat digunakan tanpa koneksi internet, dengan materi pembelajaran yang dapat diunduh melalui kanal Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.
Baca juga: Prabowo singgung digitalisasi pendidikan, akan ada enam IFP tiap sekolah
Baca juga: Prabowo: Program MBG Indonesia dipelajari pakar Gedung Putih
Baca juga: Prabowo ajak seluruh elemen bangsa berjuang hapus kemiskinan




