tvOnenews.com - Optimisme juara Liga Inggris nampaknya kembali menguat di kubu Arsenal.
Bahkan sebelum musim mencapai garis akhir, keyakinan itu sudah datang dari sosok yang paling memahami klub asal London Utara itu.
Tony Adams, legenda hidup The Gunners, menilai musim ini adalah momentum paling tepat bagi Arsenal untuk mengakhiri penantian panjang gelar Premier League.
Kemenangan meyakinkan 4-0 atas Leeds United di Elland Road menjadi titik balik yang menurut Adams sangat krusial.
Hasil tersebut tak hanya memulihkan keunggulan tujuh poin di puncak klasemen, tetapi juga mengirim pesan tegas kepada para pesaing bahwa Arsenal masih memegang kendali penuh dalam perburuan gelar.
Hasil besar itu datang di tengah situasi yang tidak ideal.
Sebelum laga, tekanan sempat membesar setelah Arsenal gagal menang dalam tiga pertandingan liga beruntun dan menelan kekalahan kandang pertama musim ini dari Manchester United.
Absennya Bukayo Saka yang mengalami cedera saat pemanasan bahkan sempat menambah kekhawatiran.
Namun alih-alih goyah, tim asuhan Mikel Arteta justru tampil dominan dan menunjukkan kematangan mental yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Bagi Adams, performa tersebut adalah sinyal bahwa Arsenal sudah berada di level yang berbeda dibanding para pesaingnya.
Ia bahkan menilai tak ada rival yang cukup stabil untuk mengganggu laju The Gunners hingga akhir musim.
“Saya tidak melihat ada penantang serius,” ujarnya kepada talkSPORT.
“Saya rasa itu tidak akan menjadi masalah karena saya tidak melihat siapa yang benar-benar bisa mengejar. Secara defensif, Manchester City tidak cukup kuat. Terlalu banyak bagian dari sistem mereka yang mulai runtuh.”
Menurut Adams, ciri khas juara Premier League adalah kemampuan menjaga konsistensi dalam jangka panjang, sesuatu yang ia rasa tidak dimiliki Manchester City musim ini.
“Mereka tidak akan tiba-tiba berlari dan mencatat sepuluh kemenangan beruntun untuk menjuarai liga,” lanjutnya.
Pandangan tersebut cukup menarik, mengingat City selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai spesialis fase akhir kompetisi.
Namun bagi Adams, musim ini situasinya berbeda.




