JAKARTA, KOMPAS.com - Di Jalan Cengkeh, Kota Tua, kamera-kamera film menyala, kru lalu-lalang, dan Jakarta sedang dipersiapkan tampil megah di layar dunia, Senin (2/2/2026) siang.
Namun, di balik sorot cahaya itu, lapak-lapak kecil di Lokasi Binaan (Lokbin) Kota Intan justru terpaksa meredup, menutup pintu, dan menahan napas selama sepekan.
Sejak 31 Januari hingga 7 Februari 2026, aktivitas dagang di Lokbin Kota Intan dihentikan sementara demi kelancaran syuting film internasional Extraction: Tygo. Kawasan kuliner yang biasanya riuh oleh suara wajan dan tawar-menawar mendadak lengang, sunyi, dan gelap.
Baca juga: Kawasan Pecinan Glodok Bakal Ditata Ulang Usai Revitalisasi Kota Tua
Di pintu masuk, spanduk bertuliskan logo Pemprov DKI Jakarta dan Jakarta Experience Board (JXB) menjadi satu-satunya penanda kehidupan.
“Perhatian, sehubungan dengan adanya kegiatan di kawasan Jalan Cengkeh, Lokbin Kota Intan tidak beroperasi pada tanggal 31 Januari-7 Februari 2026. Terima kasih atas pengertian Anda,” demikian bunyi pengumuman itu.
Di dalam, lapak-lapak tertutup terpal biru, oranye, dan hitam.
Meja dilipat, kursi dibalik, ember dan kardus ditinggalkan begitu saja, seolah para pedagang pergi dengan harap bisa segera kembali.
Antara dukungan dan rasa kasihanYogi, petugas parkir di sekitar lokasi, menyebut para pedagang memang diminta berhenti berjualan selama proses persiapan hingga syuting selesai.
“Taunya dari teman yang dagang sih pokoknya dari kemarin hari Minggu itu udah enggak boleh. Sampai seminggu, tanggal tujuh kalau enggak salah, disuruh tutup dulu,” kata Yogi.
Baca juga: Kota Tua Tutup Buat Syuting Film Lisa BLACKPINK, Pedagang Bakal Dapat Kompensasi
Ia memahami tujuan besar di balik syuting film tersebut, namun tak menampik ada rasa getir yang ikut menyelinap.
“Susah juga, dukung sebenernya namanya Jakarta jadi masuk film gitu. Tapi kasihan juga sama pedagangnya, jadi enggak bisa jualan itu, seminggu kan lumayan,” ujarnya.
Beberapa pedagang mencoba mencari jalan lain, berpindah sementara ke sekitar museum. Namun, tak semua bisa melakukannya.
“Ada yang pindah dulu sebentar ke deket museum. Tapi enggak bisa semua juga, kan mereka barangnya banyak,” kata Yogi.
Kompensasi dan janji pemerintahKepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid, membenarkan penutupan sementara tersebut.
Ia menyebut kebijakan itu lahir dari rapat lintas sektoral pada 15 Januari 2026.



