VIVA – Rusia siap membantu meredakan situasi di Iran, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin, 2 Februari 2026.
"Rusia terus melanjutkan upayanya, terus menjalin kontak dengan semua pihak yang berkepentingan dan, sebisa mungkin tetap siap berkontribusi meredakan ketegangan di Iran," kata Peskov kepada wartawan dilansir Sputnik.
Peskov mengatakan bahwa Rusia juga menawarkan jasa ekspor uranium yang diperkaya berlebih dari Iran sebagai opsi yang memungkinkan, seraya menambahkan bahwa hal itu dapat menghilangkan hambatan bagi sejumlah negara.
"Topik ini telah lama menjadi agenda," kata Peskov
"Rusia telah menawarkan jasanya cukup lama sebagai opsi yang memungkinkan untuk menghilangkan beberapa hal yang mengganggu bagi sejumlah negara," imbuhnya.
Rusia sebelumnya menyatakan siap untuk memindahkan uranium yang sangat diperkaya dari Iran dan mengubahnya menjadi bahan bakar reaktor sipil sebagai cara potensial untuk membantu mempersempit perbedaan AS-Iran mengenai program nuklir Republik Islam tersebut.
Sementara Amerika Serikat diketahui menginginkan semua uranium yang diperkaya tinggi (HEU) Iran dikirim keluar negeri. Teheran mengatakan bahwa mereka hanya boleh mengirimkan kelebihan jumlah di atas batas yang disepakati dalam kesepakatan tahun 2015 dan tidak dapat sepenuhnya menghentikan pengayaan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan sebuah "armada besar" sedang menuju Iran, dan menambahkan bahwa dirinya berharap Teheran akan setuju bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang "adil dan merata" yang mencakup penghentian total senjata nuklir.
Trump memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, serangan AS di masa depan terhadap negara itu akan "jauh lebih buruk" daripada serangan-serangan sebelumnya.
Disisi lain, Iran telah menegaskan bahwa senjata nuklir sama sekali tidak termasuk dalam doktrin pertahanan negaranya. Pemerintah Iran menyatakan memiliki kemampuan pertahanan dan daya tangkal yang cukup untuk melindungi negara tanpa harus mengandalkan persenjataan nuklir.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, dalam wawancara dengan media lokal pada Sabtu, 31 Januari 2026. Ia menekankan bahwa Iran tidak membutuhkan senjata nuklir untuk menjaga kedaulatan dan keamanannya.
"Senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin militer Iran. Kami sepenuhnya mampu mempertahankan diri tanpa senjata tersebut dan telah memiliki kemampuan pencegahan yang memadai," kata Eslami.



