Rusia Siap Bantu Redakan Ketegangan Iran, Tawarkan Opsi Ekspor Uranium

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Rusia siap membantu meredakan situasi di Iran, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin, 2 Februari 2026.

"Rusia terus melanjutkan upayanya, terus menjalin kontak dengan semua pihak yang berkepentingan dan, sebisa mungkin tetap siap berkontribusi meredakan ketegangan di Iran," kata Peskov kepada wartawan dilansir Sputnik.

Baca Juga :
Terus Diancam Trump, Iran Ingin Lanjutkan Perundingan Nuklir dengan AS
Blokade Minyak, Donald Trump Sebut Kuba Negara Gagal

Peskov mengatakan bahwa Rusia juga menawarkan jasa ekspor uranium yang diperkaya berlebih dari Iran sebagai opsi yang memungkinkan, seraya menambahkan bahwa hal itu dapat menghilangkan hambatan bagi sejumlah negara.

"Topik ini telah lama menjadi agenda," kata Peskov 

"Rusia telah menawarkan jasanya cukup lama sebagai opsi yang memungkinkan untuk menghilangkan beberapa hal yang mengganggu bagi sejumlah negara," imbuhnya.

Rusia sebelumnya menyatakan siap untuk memindahkan uranium yang sangat diperkaya dari Iran dan mengubahnya menjadi bahan bakar reaktor sipil sebagai cara potensial untuk membantu mempersempit perbedaan AS-Iran mengenai program nuklir Republik Islam tersebut.

Sementara Amerika Serikat diketahui menginginkan semua uranium yang diperkaya tinggi (HEU) Iran dikirim keluar negeri. Teheran mengatakan bahwa mereka hanya boleh mengirimkan kelebihan jumlah di atas batas yang disepakati dalam kesepakatan tahun 2015 dan tidak dapat sepenuhnya menghentikan pengayaan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan sebuah "armada besar" sedang menuju Iran, dan menambahkan bahwa dirinya berharap Teheran akan setuju bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang "adil dan merata" yang mencakup penghentian total senjata nuklir.

Trump memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, serangan AS di masa depan terhadap negara itu akan "jauh lebih buruk" daripada serangan-serangan sebelumnya.

Disisi lain, Iran telah menegaskan bahwa senjata nuklir sama sekali tidak termasuk dalam doktrin pertahanan negaranya. Pemerintah Iran menyatakan memiliki kemampuan pertahanan dan daya tangkal yang cukup untuk melindungi negara tanpa harus mengandalkan persenjataan nuklir.  

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, dalam wawancara dengan media lokal pada Sabtu, 31 Januari 2026. Ia menekankan bahwa Iran tidak membutuhkan senjata nuklir untuk menjaga kedaulatan dan keamanannya.

"Senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin militer Iran. Kami sepenuhnya mampu mempertahankan diri tanpa senjata tersebut dan telah memiliki kemampuan pencegahan yang memadai," kata Eslami.
 
 

Baca Juga :
Jenderal Top Israel Bocorkan Kapan Rencana AS Serang Iran
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Nuklir dan Nuclear Winter: Tak Terlibat Saja Pasti Kena!
Iran Sanggup Lawan AS Tanpa Senjata Nuklir

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mengapa Manusia Begitu Terobsesi pada Emas?
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gas N2O Disorot Usai Kasus Lula Lahfah, Polisi Akui Belum Bisa Tindak: Tunggu Regulasi
• 23 jam lalusuara.com
thumb
IBC Usul Baterai EV yang Habis Pakai Tak Dikategorikan Limbah Berbahaya
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh di Kertanegara, Mensesneg: Bukan dari Oposisi
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Hasil Pertemuan BEI, OJK, dan MSCI: Ini 7 Poin Transparansi Pasar Modal Indonesia
• 54 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.