Brilio.net - Presenter kondang Choky Sitohang baru-baru ini membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat bertugas sebagai pembawa acara di salah satu lembaga negara. Meski dikenal jarang berkeluh kesah di media sosial, Choky merasa perlu membagikan kisah ini sebagai pembelajaran bagi sesama penampil panggung.
1. Kronologi Kedatangan dan Persiapan Matang
BACA JUGA :
Presenter top Tanah Air ini cucu perwira TNI AD, intip 11 potretnya saat pakai seragam tentara
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Sebagai tenaga profesional, Choky tiba jauh lebih awal dari waktu yang ditentukan demi mengantisipasi jarak perjalanan.
“Baru-baru ini sy dikontrak menjadi Pembawa Acara di salah satu lembaga negara terhormat. Pagi itu sy tiba 'before time' sbg konsekuensi antisipasi jarak (sekitar 75 mnt dr kediaman),” tulisnya mengawali curhatan di media sosial, dikutip brilio.net dari Instagram sitohangchoky, Senin (2/2/2026).
BACA JUGA :
7 Pemotretan Choky Sitohang dan keluarga kenakan ulos Batak, memesona
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Setibanya di lokasi, ia disambut hangat oleh panitia dan melakukan koordinasi akhir terkait materi acara, termasuk perubahan nama dan jabatan pada cue card. Saat itu, ia diminta menunggu di ruang transit karena waktu masih tersisa sekitar 11 menit sebelum acara dimulai.
“Ngga lama, ketua panitia nyamperin ke ruangan transit, obrolan hangat berlanjut sambil 'final briefing.' Kemudian sy ganti pakaian utk tampil, lalu persiapan final materi dgn mencatat bbrp perubahan minor, terutama terkait nama dan jabatan; dan sy diminta oleh panitia utk menunggu di ruangan sambil menunggu kode utk bergerak ke ruang acara utama yg hanya berjarak sekitar 30 langkah. Waktu saat itu nunjukin msh tersisa sekitar 11 mnt menuju 'on stage,” lanjutnya.
2. Insiden Bentakan dari Oknum Pejabat Tinggi
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Suasana hangat seketika berubah saat tuan rumah, yang merupakan pejabat tinggi senior lembaga tersebut, masuk ke ruang transit bersama tim protokolernya. Tanpa alasan yang jelas, pejabat tersebut membentak Choky dan rekan tandemnya dari jarak dekat. Pejabat tersebut berseru keras, "Ayo, ayo, ini sudah terlambat 10 menit! Kalau belum siap, tinggalin aja! Udah, tinggalin aja!".
3. Kebingungan Terkait Alur Rundown Acara
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Choky mengaku gagal paham dengan sikap pejabat tersebut karena secara teknis waktu masih berada pada fase pra-acara sesuai kesepakatan bersama. Meskipun Choky berusaha merespons dengan tenang dan menyatakan kesiapannya, pejabat tersebut terus bernada kesal dan menyuruh mereka ditinggalkan saja. Hal ini memicu pertanyaan apakah pejabat tersebut mendapatkan informasi yang keliru atau sekadar terdorong emosi sesaat.
“Beneran sy gagal paham: 1. Dia ngomong gitu maksudnya apa? Karena secara 'rundown' saat itu msh masuk fase pra- acara. Apa dia sbg pelindung acara ngga paham konteks susunan acara yg eksekusinya disepakati bareng? 2. Bentakannya ditujuin ke siapa? Matanya ngarah ke kami berdua selaku MC, tp terkesan mendiskreditkan sy sbg orang yg dianggap 'gak siap' dan harus 'ditinggal aja,” lanjutnya.
4. Pergulatan Batin Sebelum Naik Panggung
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Insiden tersebut sempat mengganggu konsentrasi Choky sesaat sebelum naik panggung. Muncul gejolak batin antara keinginan untuk melakukan konfrontasi langsung atau mengabaikan penghormatan terhadap pejabat tersebut dalam naskah pembukaan. Ia merasa bahwa secara subjektif, orang yang bersikap arogan di depan publik perlu mendapatkan edukasi mengenai etika dan empati.
“Sudah di pinggir panggung, 'standby' buat 'opening.' Tapi algoritma otak ngacak: mulai dr godaan ngeliatin mata si pejabat 'eye to eye' secara tajam, sampe ngasih bagian penghormatan namanya ke partner MC saja, krn tak sudi (pandangan subyektif non-profesional sy, orang seperti pejabat ini ngga layak dihormati, apalagi di hadapan publik; kecuali dia udh ngambil kelas etika, empati dan persuasi di @chossi_publicspeaki ng dan wajib lulus dgn kualifikasi Wajar Tanpa Pengecualian!),” jabar Choky.
Ia pun melanjutkan, “Sejauh ini manteman bisa ngikutin alurnya? Mayan kompleks nih hati, antara pengen konfrontir langsung si pejabat atau minta penjelasan dr panitia di tempat, sebelum kami naik panggung dan melaksanakan tugas menghibur, mengamankan acara sampai sukses, yg ujungnya biar gak malu-maluin pejabat itu jg (karena kan ini acaranya dia, pigimana sih?!)”
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Meski mendapat perlakuan tidak menyenangkan, Choky memilih untuk tetap tenang dan fokus pada kesuksesan acara. Ia tetap menyapa pejabat tersebut dengan sebutan "yang kami hormati" saat membuka acara demi menjaga marwah pekerjaan dan kehormatan semua pihak. Baginya, kemampuan untuk tetap tegak dan berkata-kata membangun di tengah situasi krisis adalah bentuk bantuan Tuhan.
“Syukur kpd Tuhan, sambil berdoa dlm hati dan mengingat-ingat kebaikan Tuhan selama membangun karir sbg MC, dimana Dia telah mengangkat sy di berbagai ruang acara dan berdampak disana, sy bisa tetap bersikap tenang di panggung, fokus pada tujuan besar, berkata-kata yg membangun, dan dgn kepala tegak sy tetap menyapa pejabat itu dgn awalan 'yang kami hormati.'
Kalau bukan karena Tuhan, ngga mungkin sy bisa ngelakuin semua itu dlm satu waktu, meskipun pelatihan sy selama ini mengajarkan cara-cara mengatasi krisis dgn benar,” tulis Choky.
6. Sikap Klien yang Bersifat Transaksional
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Setelah acara selesai dengan lancar, pejabat tersebut dikabarkan langsung pergi tanpa memberikan penjelasan atau permintaan maaf atas sikap arogannya. Choky menyayangkan adanya klien yang memiliki pola pikir transaksional, di mana profesi mulia dianggap sebatas jasa yang bisa dibayar dengan uang tanpa perlu mengedepankan etika komunikasi.
7. Langkah Tegas Meminta Klarifikasi Objektif
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Karena tidak ada itikad baik, Choky mengirimkan pesan tegas kepada ketua panitia untuk mempertanyakan alasan sikap arogan pejabat tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah tenaga profesional yang disewa dan tamu di lembaga tersebut, bukan bawahan yang bisa ditekan atau dibentak semena-mena.
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
Kepada sesama rekan MC, Choky berpesan untuk tetap kuat saat dianggap remeh atau dipersalahkan oleh klien. Ia menekankan pentingnya menjaga wibawa orang lain dengan tidak menjatuhkan lawan di panggung, tetap bersyukur, dan mengarahkan energi kepada Tuhan sebagai pemberi talenta.
“Kepada para kompatriot saya, rekan-rekan seprofesi MC, sy ngerti rasanya dianggap remeh, disalah- mengerti, dipersalahkan, dipojokin, dituding-tuding oleh org lain, dan tdk jarang itu ditunjukin oleh klien sendiri. Mereka ngga paham bgm pergumulan belakang layar kita, terutama pas ada dinamika; dan semua kita responi dgn cepat biar acara mereka sukses, mereka jg yg dapat panggung dan pujian atas pekerjaan yg kita lakukan.
Jika hal ini tjd, tarik nafas dalam, buang dgn penuh ucapan syukur, pilah pikiran, bedah kebutuhan, lakukan apa yg mesti dilakuin demi kehormatan! Dan tetaplah berusaha menjaga wibawa orang lain dgn tdk menjatuhkan lawan di kanvas mereka, seberapapun kuasa yg km punya dgn pelantang suara di tangan. Arahkan pandangan dan salurkan energi pd Yang Tak Terlihat, yaitu Tuhan Semesta Alam, yg ngasih kamu talenta dlm segala kesempatan yg ada. Teruslah berjuang buat orang- orang yg kau sayang,” pungkas Choky dalam unggahannya pada Minggu (1/2/2026).
Choky Sitohang dibentak pejabat
© Instagram/@sitohangchoky
MC disarankan tetap tenang, merespons dengan singkat dan sopan untuk menunjukkan kesiapan, serta fokus pada keberhasilan acara di atas panggung tanpa terbawa emosi pribadi.
2. Apakah MC berhak mengajukan protes atas perlakuan buruk klien?Ya, sebagai tenaga profesional, MC berhak menyampaikan keberatan melalui jalur formal seperti panitia atau manajer untuk mengklarifikasi kejadian dan menjaga martabat profesi.
3. Apa yang harus dilakukan jika terjadi perbedaan waktu antara rundown dan keinginan pejabat?Lakukan sinkronisasi cepat dengan ketua panitia atau bagian protokoler untuk memastikan apakah ada perubahan instruksi mendadak demi menghindari kesalahpahaman.
4. Mengapa MC harus tetap memberikan penghormatan meski diperlakukan buruk?Hal ini dilakukan untuk menjaga wibawa acara dan profesionalitas diri. Penghormatan diberikan kepada jabatan atau institusi, sementara masalah pribadi diselesaikan di luar panggung.
5. Bagaimana cara mengedukasi klien mengenai etika kerja sama dengan tenaga profesional?Edukasi dapat dilakukan melalui kontrak kerja yang jelas di awal serta menjaga komunikasi dua arah yang transparan antara MC dan pihak penyelenggara acara.




