BEIJING, KOMPAS.TV - China melanjutkan gelombang eksekusi mati terhadap keluarga mafia kejahatan yang beroperasi di Myanmar.
China mengeksekusi mati empat anggota keluarga Bai, dinasti mafia yang menjalankan pusat penipuan di Myanmar.
Mereka adalah bagian dari 21 anggota keluarga Bai dan kaki tangannya yang didakwa atas penipuan, pembunuhan dan kejahatan lainnya. Mereka divonis bersalah oleh pengadilan Provinsi Guangdong.
Dilansir BBC, Senin (2/2/2026), pengadilan sebelumnya telah menghukum lima orang pada November lalu dengan hukuman mati.
Baca Juga: China Eksekusi 11 Anggota Sindikat Penipuan dan Judi Online yang Berbasis di Myanmar
Hukuman mati juga dijatuhkan kepada pemimpin keluarga tersebut, Bai Suocheng. Namun, Bai Suocheng meninggal karena sakit setelah vonis dijatuhkan.
Sebelumnya, pada pekan lalu China telah mengeksekusi mati keluarga mafia Ming, sebagai bagian dari penggerebekan terhadap aktivitas penipuan di Asia Tenggara.
Selama bertahun-tahun, keluarga mafia, Bai, Ming, dan juga beberapa keluarga lainnya, mendominasi kota perbatasan di Myanmar, Laukkaing.
Mereka menjalankan kasino, kawasan pelacuran, dan operasi penipuan online.
Di antara klan-klan mafia itu, menurut putra Bai Suocheng, keluarga Bai merupakan nomor satu.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : BBC
- hukuman mati
- china
- myanmar
- keluarga mafia
- eksekusi hukuman mati
- mafia penipuan myanmar

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5435214/original/014707300_1765010911-WhatsApp_Image_2025-12-06_at_14.48.56.jpeg)

