Urgensi Keberadaan Konselor Laktasi Dalam Menurunkan Angka Gagal Menyusui

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menyusui merupakan fondasi penting dalam pemenuhan gizi dan kesehatan bayi, namun praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan yang berujung pada kegagalan menyusui. Banyak ibu menghentikan pemberian ASI lebih awal akibat kurangnya informasi, dukungan serta kepercayaan diri. Faktor teknis seperti perlekatan yang salah, nyeri saat menyusui, hingga persepsi ASI tidak cukup sering kali menjadi pemicu utama. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegagalan menyusui bukan semata persoalan individu, melainkan masalah sistemik yang membutuhkan intervensi profesional.

Konselor laktasi hadir sebagai tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus dalam mendampingi ibu menyusui. Peran mereka tidak hanya memberikan edukasi teknis, tetapi juga membantu ibu memahami proses fisiologis menyusui secara ilmiah. Pendampingan yang tepat terbukti mampu mencegah masalah menyusui sejak dini dan menurunkan risiko penghentian ASI sebelum waktunya. Dengan pendekatan yang empatik dan empiris, konselor laktasi berkontribusi langsung terhadap keberhasilan menyusui.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, keberadaan konselor laktasi merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif. Keberhasilan menyusui berimplikasi pada penurunan angka infeksi, peningkatan status gizi bayi, serta pencegahan stunting. Selain itu, dukungan menyusui yang memadai juga berdampak positif pada kesehatan mental ibu. Oleh karena itu, penguatan peran konselor laktasi menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Menurut dr. Hayin Naila, selaku konselor laktasi dari HA-Medika Kendal, banyak kasus gagal menyusui sebenarnya dapat dicegah apabila ibu mendapatkan pendampingan sejak awal. Ia menegaskan bahwa kegagalan menyusui sering kali dipicu oleh informasi yang keliru dan minimnya dukungan lingkungan. Ketika ibu didampingi secara tepat, rasa percaya diri akan tumbuh dan proses menyusui dapat berjalan lebih optimal. Dokter Hayin menambahkan bahwa konselor laktasi berperan sebagai pendamping medis sekaligus emosional bagi ibu menyusui.

Sebagai kesimpulan, urgensi keberadaan konselor laktasi dalam menurunkan angka gagal menyusui tidak dapat diabaikan. Pendampingan profesional yang berkelanjutan mampu meningkatkan keberhasilan menyusui dan berdampak luas pada kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, integrasi layanan konseling laktasi dalam sistem pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat guna menciptakan budaya menyusui yang sehat dan tepat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MUI Minta Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Pemerintah Buka Pintu Diskusi
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Clean Sheet 11 Kali! Teja Paku Alam Lagi di Mode Prime Bareng Persib
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Kapan Puasa 1 Ramadan 1447H? Simak Sidang Isbat Kemenag dan Proses Penetapannya
• 19 jam lalunarasi.tv
thumb
IHSG Diperkirakan Masih Naik-Turun, Investor Pantau Reformasi Pasar Modal
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.