VIVA – Awal musim BWF World Tour 2026 membawa kabar menggembirakan bagi bulu tangkis Indonesia. Dalam waktu sebulan saja, skuad Merah Putih sudah panen gelar dari berbagai turnamen internasional.
Jumlahnya bahkan tidak sedikit. Total lima trofi berhasil diamankan wakil Indonesia dari empat turnamen pembuka musim, yakni Malaysia Open, India Open, Indonesia Masters, dan Thailand Masters 2026. Secara kuantitas, catatan ini membuat Indonesia sejajar dengan China sebagai negara dengan gelar terbanyak.
Namun ketika klasemen resmi gelar dirilis, posisi Indonesia justru belum mampu menembus papan atas. Jawabannya ada pada level turnamen.
Ledakan prestasi terbesar Indonesia datang dari Thailand Masters 2026. Di ajang Super 300 tersebut, Merah Putih tampil dominan dengan merebut empat gelar sekaligus.
- Dok. PBSI
Muhammad Zaki Ubaidillah keluar sebagai juara tunggal putra. Leo Rolly Carnando Bagas Maulana berjaya di ganda putra. Tiwi Fadia menguasai ganda putri. Sementara Adnan Indah menambah koleksi lewat sektor ganda campuran.
Selain itu, dua pasangan lain yakni Raymond Joaquin serta Bobby Melati finis sebagai runner up.
Satu gelar lainnya dipersembahkan Alwi Farhan saat menjuarai Indonesia Masters di Istora Senayan.
Artinya, lima trofi sudah dikantongi Indonesia sepanjang Januari.
Sayangnya, empat di antaranya berasal dari turnamen Super 300, sedangkan satu dari Super 500. Dari sisi poin dan prestise, level ini masih di bawah Super 750 dan Super 1000.
Berbeda dengan China. Negeri Tirai Bambu tampil lebih konsisten di turnamen elite. Mereka mengoleksi dua gelar Super 1000, dua Super 750, dan satu Super 500. Kombinasi ini membuat China unggul dalam bobot poin, sehingga berhak memimpin klasemen meski jumlah trofinya sama.
Korea Selatan juga sukses menyalip berkat dua gelar Super 1000 dan satu Super 750. Thailand, Chinese Taipei, serta Malaysia turut mengamankan posisi lebih baik karena kemenangan di level yang lebih tinggi.
Situasi ini membuat Indonesia untuk sementara harus puas berada di peringkat keenam. Meski begitu, performa di awal musim tetap menjadi modal positif. Kedalaman skuad muda terlihat menjanjikan, tinggal bagaimana konsistensi itu bisa dibawa ke turnamen level Super 750 dan Super 1000 dalam beberapa bulan ke depan.





