tvOnenews.com - Bulan Sya’ban seringkali terlupakan oleh banyak umat Islam.
Padahal, bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadhan ini menyimpan keistimewaan luar biasa dalam catatan amal ibadah.
Banyak orang merasa santai atau menunda ibadah karena sebelumnya di bulan Rajab mereka sibuk beribadah, dan setelahnya di bulan Ramadhan fokus pada puasa dan shalat wajib.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan, setiap amal shaleh yang dilakukan pada bulan Sya’ban memiliki keistimewaan yang unik dan tidak bisa dianggap remeh.
“Setiap amalan yang dikerjakan pada bulan Sya'ban tidak hanya dicatat, tapi langsung dibawa naik dan disampaikan kepada Allah oleh para malaikat,” ujarnya.
- Ilustrasi AI
Fenomena ini berbeda dibandingkan dengan ibadah di bulan lain seperti Rajab atau Muharram.
Misalnya, membaca Al-Quran di bulan biasa akan dicatat dan dituliskan amalnya. Namun, di bulan Sya’ban, setiap huruf yang dibaca tidak hanya dicatat, tapi langsung dibawa oleh malaikat dan disampaikan kepada Allah SWT.
“Itu berebut disebutkan nama-nama hamba Allah di hadapan Allah SWT,” tambah Ustaz Adi Hidayat.
Untuk lebih memahami keistimewaan ini, Ustaz Adi Hidayat memberikan ilustrasi sederhana: seperti anak sekolah yang dipanggil namanya oleh guru dan dipuji di depan orang tua, tentu akan merasa bangga dan bahagia.
“Maka bagaimana ketika nama Anda disebut di hadapan Allah SWT?” tuturnya.
Bahkan, sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW pun memanfaatkan bulan Sya’ban untuk menambah amal ibadah.
Dalam hadis disebutkan, sahabat-sahabat melihat Nabi SAW banyak berpuasa di bulan ini.
- iStockPhoto
Mengapa Nabi Muhammad SAW memilih berpuasa? Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa orang yang berpuasa cenderung lebih banyak melakukan amal shaleh lainnya dibanding yang tidak berpuasa.
“Orang yang berpuasa akan cenderung banyak mengerjakan shalat sunnah, membaca Al-Quran, dan amal shaleh lainnya,” jelasnya.
Dengan memahami keutamaan bulan Sya’ban, umat Islam diharapkan tidak melewatkan kesempatan emas ini.




