Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Terdakwa Kerry Andrianto mengklaim ayahnya, Riza Chalid, tersangka korupsi migas, tidak tahu mengenai status buronan *red notice*.
  • Polri telah mengidentifikasi dan memetakan lokasi persembunyian Riza Chalid di salah satu negara anggota Interpol.
  • Tim khusus Polri telah dikerahkan bergerak ke negara tersebut untuk menindaklanjuti permintaan penangkapan internasional.

Suara.com - Terdakwa kasus korupsi minyak mentah, Kerry Andrianto, membuat pengakuan terkait status ayahnya, Muhammad Riza Chalid, yang kini menjadi buronan internasional.

Di tengah perburuan yang dilakukan Polri bersama Interpol, Kerry Andrianto justru mengklaim sang ayah tidak mengetahui apa pun mengenai statusnya dalam daftar pencarian orang.

Diketahui, Riza Chalid merupakan tersangka kunci dalam skandal korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina Patra Niaga.

Saat ditemui usai persidangan, Kerry Andrianto dengan tegas membantah keterlibatan ayahnya. Ia menyamakan posisi sang ayah dengan dirinya yang merasa tidak mengerti proses hukum yang menjerat mereka.

“Beliau sebenarnya tidak tahu apa-apa soal penerbitan red notice itu. Saya sendiri juga tidak begitu mengerti prosesnya, pada prinsipnya sama seperti saya,” ujar Kerry di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Tak hanya membela ayahnya, Kerry juga kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan apa pun dengan perkara tersebut, dengan bersandar pada keterangan puluhan saksi yang telah diperiksa di pengadilan.

“Saya tidak ada kaitannya dengan perkara ini. Sudah ada 45 saksi yang diperiksa dan semuanya menyatakan saya tidak terlibat. Seperti yang sudah saya jelaskan, saya justru merasa heran,” katanya.

Namun, klaim dari pihak keluarga ini berbanding terbalik dengan langkah tegas yang tengah dijalankan aparat penegak hukum. Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan perburuan terhadap Riza Chalid terus berjalan intensif.

Interpol sebelumnya telah secara resmi menerbitkan red notice, sebuah permintaan penangkapan global, atas nama Muhammad Riza Chalid atau yang kerap disapa MRC.

Baca Juga: Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap

Sekretaris NCB Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, bahkan mengonfirmasi bahwa lokasi persembunyian Riza Chalid telah berhasil diidentifikasi dan dipetakan oleh tim gabungan.

“Subjek Interpol red notice ini memang berada di salah satu negara yang sudah kami identifikasikan, dan sudah kami petakan, dan kami pun sudah menjalin kontak,” kata Untung di Mabes Polri, Minggu (1/2/2026).

Pihak kepolisian tidak hanya berhenti pada identifikasi lokasi. Untung Widyatmoko menegaskan bahwa tim khusus bahkan telah dikerahkan dan bergerak langsung ke negara tempat Riza Chalid bersembunyi untuk melakukan upaya penangkapan.

Meski menolak menyebutkan nama negara tersebut demi kelancaran operasi, ia memastikan langkah di lapangan sedang berjalan.

“Untuk subjek Interpol red notice atas nama MRC, kami tidak dapat menyebutkan spesifik berada di mana, tapi kami sudah tahu dan kami sudah berangkat ke negara tersebut,” jelasnya.

Pihak Polri juga mengaku tidak khawatir Riza akan kembali melarikan diri, sebab red notice yang telah diterbitkan berlaku di 196 negara anggota Interpol, yang secara efektif mempersempit ruang geraknya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPRD Nilai Tambak Timur Surabaya Kunci Dukung Program Pangan Nasional
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Komisaris dan Presdir Lippo Karawaci (LPKR) Kompak Mundur di Tengah Proyek Subsidi Meikarta
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Kumpulkan Ormas Islam, Salah Satunya untuk Bahas Dewan Perdamaian
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kim Kardashian dan Lewis Hamilton Dirumorkan Pacaran, Ketahuan Makan Malam Romantis
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Airlangga Sebut MBG Bisa Bantu Kerek Ekonomi RI Jadi 8 Persen pada 2028
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.