Prabowo Fokuskan Penanganan TBC dan Gizi Buruk, Tugaskan Wakil Menkes Awasi Program Strategis

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam pemberantasan tuberkulosis (TBC) dan peningkatan gizi nasional saat menerima Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin petang.

Pertemuan tersebut membahas upaya konkret dalam menangani TBC yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, di samping program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pertama, untuk bagaimana pemberantasan tuberkulosis (TBC) bisa lebih baik, dan bagaimana, kan quick win pemerintahan Pak Prabowo dan Pak Gibran kan adalah bagaimana penanganan kasus tuberkulosis merupakan program utama, di samping makan bergizi gratis. Karena saya ahli paru dan momennya pas, beliau ingin tahu input dari saya. Itu saja hari ini," ungkap Benjamin.

TBC Jadi Prioritas Nasional

Benjamin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat menaruh perhatian terhadap tingginya kasus TBC di Indonesia yang saat ini menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah India.

Presiden meminta agar penanganan TBC dijadikan prioritas nasional dengan target penurunan angka kasus secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Benjamin menegaskan bahwa pendekatan penanganan TBC harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pengobatan tuntas, hingga edukasi masyarakat untuk memutus rantai penularan.

"Kalau kita nomor dua di dunia kan bagaimana? Mau jadi negara maju kok kasus TB-nya tinggi sekali? Setelah India, Indonesia. Jadi Pak Presiden minta supaya kita fokus menangani sebaik-baiknya," ia mengungkapkan.

Untuk mendukung kebijakan ini, Benjamin telah melakukan kunjungan ke 12 provinsi guna menyosialisasikan program penanganan TBC bersama pimpinan daerah setempat.

Awasi Program Gizi Nasional

Selain TBC, Presiden Prabowo juga menugaskan Benjamin untuk mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bagian dari upaya pemerintah menurunkan angka gizi buruk atau stunting.

Pengawasan ini mencakup pelaksanaan program di lapangan dan sinergi dengan Badan Gizi Nasional untuk memastikan target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal.

Benjamin menekankan bahwa peningkatan gizi anak-anak Indonesia akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Intinya bahwa kalau kita bisa menurunkan stunting, lalu menaikkan gizi anak Indonesia, maka SDM kita akan lebih baik. Maka dengan sekolah rakyat itu apa tujuannya? Masyarakat yang kelas bawah diangkat, mereka dididik, dapat makanan bergizi, sehingga kualitas SDM kita makin hari makin baik. Intinya itu ya," tambahnya.

Langkah-langkah ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam memperkuat pembangunan manusia melalui pendekatan terintegrasi antara kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jeremy Jacquet Resmi ke Liverpool, Nilai Transfernya Bisa Buat Beli 51.698 Unit iPhone Pro Max dan 685.342 Unit Oppo A6t
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
Ojol soal Grab, Gojek, Maxim Janji Beri BHR: Jangan Rp 50 Ribu
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bukan ke Persib Bandung, Alasan Mauro Zijlstra Hampir Pasti ke Persija Jakarta: Tak Masuk Skema Bojan Hodak!
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Marketplace Produk Automasi Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Digital
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Komisi I DPR Kecam Serangan Israel ke Gaza, Singgung Peran Board of Peace
• 20 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.