Delapan Tahun Terjerat Judi Online: Kisah Erwin Erlani Kehilangan Rp800 Juta

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

BAGI Erwin Erlani, angka Rp800 juta bukan sekadar deretan nol di atas kertas, melainkan bukti nyata kehancuran finansial akibat judi daring (online). Pria asal Sumbawa Barat ini harus menelan pil pahit kehilangan hampir satu miliar rupiah dalam kurun waktu dua tahun terakhir sebelum akhirnya memutuskan berhenti total.

Perjalanan kelam ini bermula dari rasa penasaran saat Erwin masih duduk di bangku SMA pada 2017. Berawal dari modal patungan sebesar Rp200.000 dengan seorang teman, ia sempat mencicipi kemenangan pertama sebesar Rp5 juta. Namun, kemenangan itulah yang menjadi pintu masuk menuju lubang kerugian yang lebih dalam.

"Setelah deposit kedua kali tidak pernah balik. Sampai uang kemenangan pertama pun habis," kenang Erwin dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Baca juga : Pemerintah Diminta tak Cari Alasan Berantas Judol

Dari Beasiswa hingga Gaji Tambang yang Menguap

Seiring meningkatnya intensitas bermain, kerugian Erwin terus membengkak. Selama masa kuliah, meski berstatus sebagai penerima beasiswa, ia tetap memanipulasi orangtuanya dengan meminta uang dalam jumlah besar demi menutupi hasrat berjudi. 

Barang-barang pribadi seperti telepon seluler hingga sepeda motor pun habis terjual untuk menutupi kebutuhan deposit.

Puncak kehancuran finansial Erwin terjadi saat ia memasuki dunia kerja di sektor pertambangan. Alih-alih memperbaiki kondisi ekonomi, penghasilan tetap dari sektor tambang justru habis tak bersisa. 

Baca juga : Transaksi Judi Online Merosot, Ancaman Belum Surut

Ia mengaku kerap menggunakan seluruh gajinya untuk berjudi hingga akumulasi kerugiannya mencapai Rp800 juta dalam dua tahun terakhirnya bermain.

Kondisi ini diperparah dengan tumpukan utang yang mencapai lebih dari Rp80 juta. 

"Awal saya main judi online itu sebenarnya dari teman yang meminjam uang untuk deposit. Saya bertanya deposit itu seperti apa? Setelah dia menjelaskan, saya justru tertarik dan menawarkan diri untuk tanggung berdua," ujarnya menjelaskan titik awal kehancurannya.

Berhenti karena Kebuntuan Finansial

Erwin mengaku sempat terjebak dalam siklus mencoba berhenti namun selalu gagal karena keinginan untuk mendapatkan kembali uang yang telah hilang (chasing losses). Namun, ia akhirnya menyerah setelah sampai pada titik buntu secara finansial dan tak lagi bisa mendapatkan pinjaman.

Kunci keberhasilannya lepas dari jerat judol adalah keberanian untuk merelakan kerugian fantastis tersebut. 

"Jadi, solusi buat teman-teman juga yang sebenarnya mau bertanya di luar sana, ya, bagaimana cara berhenti (bermain judi daring)? Ya, ikhlas sebenarnya," ungkap Erwin.

Plt. Kepala Balai Pelatihan SDM Komunikasi dan Digital, Dea Rachman, yang hadir dalam diskusi tersebut mengingatkan bahwa judol adalah ancaman nyata bagi stabilitas keluarga. 

Pemerintah melalui Kemkomdigi terus berupaya memperketat regulasi, termasuk melalui PP Nomor 17 Tahun 2025, guna memitigasi dampak buruk sistem elektronik yang merugikan masyarakat luas seperti yang dialami Erwin. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PPATK Endus Perputaran Uang Haram 2025 Tembus Angka Fantastis Rp 2.085 Triliun
• 3 jam lalumerahputih.com
thumb
Huawei Pura 80 Ultra vs iPhone 17 Pro Max, Siapa Raja Kamera?
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
14 Tips agar tidak Mabuk Perjalanan
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tukin Tidak Adil Menggerus Profesionalisme Dosen dan Masa Depan Pendidikan
• 1 jam lalurealita.co
thumb
100 Kata-kata untuk suami singkat dan estetik, cocok buat caption Instagram (IG) terbaru 2026
• 1 jam lalubrilio.net
Berhasil disimpan.