Presiden Iran Perintahkan Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS di Tengah Ketegangan Kawasan

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan perintah untuk melanjutkan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Media Iran melaporkan pada hari Senin bahwa perintah tersebut telah dikeluarkan oleh Presiden Pezeshkian.

Kantor Berita Tasnim mengutip sumber yang mengetahui situasi, menyatakan bahwa pembicaraan kemungkinan besar akan segera dimulai kembali.

Negosiasi ini akan melibatkan pejabat senior dari kedua negara, meskipun waktu dan lokasi pertemuan hingga kini belum ditentukan.

Pembicaraan diperkirakan berlangsung di tingkat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kantor Presiden Pezeshkian mengenai perkembangan terbaru ini.

Ketegangan Meningkat, Armada Militer AS Bergerak

Langkah Presiden Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa sebuah "armada" besar militer Amerika sedang dalam perjalanan menuju wilayah tersebut.

Trump juga memperingatkan Iran untuk segera masuk ke dalam negosiasi terkait program nuklirnya atau menghadapi potensi tindakan militer.

Aktivitas diplomatik yang intens terjadi di kawasan dalam beberapa hari terakhir, dengan sejumlah negara regional seperti Turki ikut berperan meredakan ketegangan.

Dalam konferensi pers mingguan di Teheran pada hari Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa "Iran tidak menerima ultimatum atau tenggat waktu apa pun" dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat, ungkapnya.

Latar Belakang Konflik dan Upaya Negosiasi

Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah terlibat dalam negosiasi nuklir tidak langsung pada bulan Juni tahun lalu.

Negosiasi tersebut terjadi setelah Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang memicu konfrontasi militer selama 12 hari.

Setelah perang tersebut, Iran menangguhkan pembicaraan dan menyalahkan Washington sebagai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bawaslu-Gusdurian Urai Tantangan Gen Z di Era Transformasi Digital dan Etika Politik
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Trump Klaim Putin Setuju Hentikan Serangan ke Ukraina Selama Seminggu
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Nuklir dan Nuclear Winter: Tak Terlibat Saja Pasti Kena!
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026, Polisi Fokus Tekan Pelanggaran Lalu Lintas
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Potret Warga di AS Ngamuk, Bakar Wajah Trump dan Netanyahu
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.