Pin “ICE OUT” dipakai sejumlah selebritas di Grammy 2026

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Ajang penghargaan musik bergengsi Grammy Awards 2026 turut diwarnai sejumlah musisi mengenakan sebuah pin hitam-putih bertuliskan “ICE OUT”.

Dalam gelaran karpet merah Grammy Awards 2026 di Crypto.com Arena, Los Angeles, pada Minggu (1/2) malam, sejumlah selebritas mengenakan sebuah pin hitam-putih bertuliskan “ICE OUT” termasuk Billie Eilish, Justin dan Hailey Bieber, Finneas, Kehlani, serta penulis lagu Amy Allen, sebagaiman dilaporkan Hollywood Reporter.

Amy Allen mengatakan mengenakan pin “ICE OUT” itu penting mengingat tingginya visibilitas acara itu, yang memberi ruang bagi publik figur untuk menyuarakan perlunya perubahan di negara tersebut.

“Ini jelas merupakan malam dengan visibilitas besar, dan siapa pun yang punya kesempatan untuk menyebarkan pesan serta menyuarakan bahwa perubahan memang perlu terjadi di negara ini dalam banyak hal. Saya merasa perlu memakainya hari ini, dan saya berharap melihat banyak orang lain juga mengenakannya,” kata Allen.

Di luar karpet merah, Billie Eilish juga mengambil momen saat menerima Grammy untuk lagu terbaik tahun ini guna menyinggung situasi politik yang sedang berlangsung.

Baca juga: Daftar pemenang Grammy Awards 2026

“Seberterima kasih apa pun saya, sejujurnya saya merasa tidak perlu banyak berkata, selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah hasil perampasan,” ujar Billie Eilish.

“Sangat sulit untuk tahu harus berkata dan berbuat apa saat ini, dan saya merasa sangat berharap berada di ruangan ini. Suara kita benar-benar berarti dan manusia itu berarti,” tambah dia.

Musisi Bad Bunny dalam pidato penerimaannya untuk album música urbana terbaik juga mengatakan untuk ICE keluar.

“Kami bukan orang liar, bukan binatang, bukan alien. Kami manusia dan kami orang Amerika. Kebencian akan semakin kuat jika dibalas dengan kebencian. Satu hal yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta. Jadi kita harus berbeda. Jika kita melawan, kita harus melakukannya dengan cinta,” tutur dia.

Adapun pin-pin tersebut merupakan bagian dari kampanye yang diorganisasi oleh American Civil Liberties Union (ACLU), Maremoto, National Domestic Workers Alliance, dan Working Families Power.

Kampanye ini bermula di Golden Globes dan berkembang pesat dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya sorotan terhadap penegakan imigrasi. Menurut Direktur Strategi Working Families Power, Nelini Stamp, ide pin ini muncul sekitar 36 jam sebelum Golden Globes pada 11 Januari.

Baca juga: Wildflower-Billie Eilish jadi Lagu Terbaik Grammy Awards 2026

Good ditembak oleh seorang petugas ICE hanya beberapa hari sebelumnya, dan sekelompok aktivis menyadari bahwa mereka memiliki kenalan di Hollywood, seperti nomine aktor Mark Ruffalo yang terbuka untuk membuat pernyataan.

Organisasi-organisasi yang terafiliasi dengan kampanye ini menghubungi para selebritas, dan pada akhirnya Ruffalo, Ariana Grande, Jean Smart, Natasha Lyonne, serta Wanda Sykes mengenakan pin tersebut di acara itu.

“Tujuan kami adalah, jika orang-orang yang berkuasa tidak akan melakukan apa pun, maka kita perlu memastikan bahwa di setiap acara budaya, orang-orang melihat pesan ‘ICE OUT’ dan ‘BE GOOD,’” ujar Stamp.

Pin-pin tersebut kembali muncul di Festival Film Sundance dan Resonator Awards setelah Pretti ditembak dan tewas oleh agen federal pada 24 Januari. Olivia Wilde, Natalie Portman, dan Zoey Deutch mengenakannya dalam berbagai penampilan pers di Park City pada akhir pekan yang sama, sementara musisi Olivia Rodrigo dan Dave Grohl memakainya di acara Grammys Week pada 27 Januari.

“Musik telah digunakan sejak lama di negara ini sebagai bentuk perlawanan, oposisi, dan protes, untuk mengekspresikan kengerian yang dialami banyak orang,” jelas Stamp, yang memang sejak awal memfokuskan perhatian pada Grammy.

Baca juga: Lady Gaga bawa pulang dua piala dari Grammy Awards

Hal itu terasa semakin nyata selama masa jabatan kedua Presiden Trump, ketika musisi seperti Sabrina Carpenter dan Olivia Rodrigo, serta band Semisonic, mengecam penggunaan lagu mereka dalam unggahan media sosial terkait kebijakan imigrasi pemerintahannya.

Pada Rabu lalu, Bruce Springsteen memperdengarkan lagu protes terhadap ICE yang didedikasikan bagi warga Minneapolis, sementara Lady Gaga juga baru-baru ini menghentikan konsernya di Tokyo untuk mengecam tindakan lembaga penegak hukum tersebut.

“Saya rasa komunitas ini, para musisi, telah berada di garis depan dunia hiburan dalam melawan apa yang terjadi dalam isu imigrasi,” kata Stamp.

Pin “BE GOOD” dan “ICE OUT” mengikuti tradisi aksesori karpet merah sebelumnya yang dikenakan selebritas untuk mendukung inisiatif Time’s Up atau mendorong partisipasi pemilih di AS.

Menanggapi anggapan bahwa mengenakan pin tidak banyak berdampak, Stamp menegaskan bahwa tujuan pin ini adalah mempopulerkan tuntutan agar ICE disingkirkan dari komunitas-komunitas di Amerika.

“Saya hanya berharap orang-orang melihat itu dan berkata, ‘Saya juga bisa melakukan sesuatu jika mereka bisa melakukannya di salah satu panggung terbesar di dunia’,” tutur Stamp.

Baca juga: Rose catat sejarah K-Pop masuk sejumlah kategori utama Grammy 2026


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ziarah ke Makam Lula Lahfah, Awkarin: You Can Never Be Replaced in Our Hearts
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Lowongan Tenaga Kesehatan RSUD AWS Samarinda 2026, Cek Formasi dan Jadwal Seleksi
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Seskab: Pertemuan Prabowo-Trump soal Tarif Dagang Sedang Dibahas
• 5 jam laludetik.com
thumb
KPK Panggil 2 Pejabat Pemkab Pati terkait Kasus Pemerasan Sudewo
• 4 jam laludetik.com
thumb
BPS: Okupansi Hotel Bintang di DIY di Akhir Tahun 2025 Tertinggi se-Indonesia
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.