Grid.ID - Kronologi kebocoran gas di pabrik kimia PT Vopak di Cilegon jadi sorotan. Pasalnya insiden tersebut sampai membuat 58 warga mengalami sesak napas.
Usut punya usut, kejadian kronologi kebocoran gas itu terjadi di Lingkungan Kalibiru, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Banten. Yang menjadi viral usai video yang direkam warga diunggah di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak muncul asap berwarna kuning di sekitar pabrik petrokimia yang duga kuat karena kebocoran tangki. Salah seorang warga bernama Rismone Lumban Tobing (52) mengatakan kejadian itu terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Tak berhenti sampai di situ, Rismone juga mencium bau menyengat dari gas yang keluar. Hal itu pula yang membuat ia akhirnya memilih kabur menyelamatkan diri tak berselang lama.
"Saya lihat asap itu, kabur saya kebelakang takut kenapa-kenapa, karena baunya enggak kuat, bau kimia gitu," ujar Rismone dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Namun usai kurang lebih setengah jam asap keluar, untungnya tidak ada suara ledakan. Meski begitu, akibat asap yang sebelumnya keluar menyebabkan banyak warga mengeluhkan sesak napas.
"Banyak warga yang ngeluh sesak, langsung dibawa ke Puskesmas," imbuh Rismone.
Peristiwa tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar dan Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga. Dimana usai kejadian keduanya mendatangi lokasi.
Robinsar juga telah memastikan bahwa saat ini kondisi telah aman dan pihak perusahaan sudah menangani kasus itu dan membantah soal adanya kebocoran pipa atau tangki seperti yang diduga sebelumnya oleh warga.
"Pukul 13.30 WIB itu sudah clear, jadi tidak ada (gas keluar). Dan dipastikan itu bukan kebocoran pipa, ataupun kebocoran dari tangki yang ada. Nah, itu dipastikan," beber Robinsar dikutip Grid.ID dari TribunBanten.com.
Munculnya asap kuning juga disebut berasal dari material produksi seperti base oil dan asam nitrat yang tercampur di penampungan.
"Yang bercampur itu akhirnya adanya uap kuning tersebut. Nah, jadi tidak ada ledakan apapun. Tidak ada kebocoran apapun," imbuh Robinsar.
Lebih lanjut, terkait kejadian kronologi kebocoran gas itu, pihak perusaahan sudah diingatkan untuk berhati-hati lagi dalam menjalankan produksi, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.
"Jadi, kami pastikan ke masyarakat. Insyaallah sudah aman. Tapi itu juga jadi evaluasi ke depan. Saya minta juga tetap dari tim Vopak memastikan bahwa SOP-nya harus ditingkatkan kembali," ujar Robinsar.
Meski begitu, tak bisa dipungkiri insiden itu membuat sekitar 58 warga mengeluh sesak napas dan telah mendapat perawatan serta kembali ke rumah masing-masing.
"Tidak ada korban jiwa, hanya mungkin masyarakat yang sakit nafas langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Alhamdulillah sudah pulih dan sudah kembali ke rumah masing-masing. Ada 58 masyarakat yang dibawa ke puskesmas," tandasnya. (*)
Artikel Asli
