GenPI.co - Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto segera copot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Amien Rais awalnya menyinggung pernyataan Listyo Sigit Prabowo saat rapat bersama Komisi III DPR terkait wacana penempatan Polri di bawah salah satu kementerian.
Dia mengungkapkan Listyo Sigit menegaskan posisi Polri sudah ideal berada di bawah Presiden RI. Sebab, sesuai konstitusi dan UU Kepolisian Nomor 2 tentang Kepolisian.
“Listyo Sigit meminta semua jajaran untuk berjuang sampai titik darah penghabisan (menolak usulan),” katanya, dikutip dari YouTube miliknya, Selasa (3/2).
Amien Rais juga menyinggung pernyataan eks Menkopolhukam Mahfud MD pada Desember 2025, yang menyebut ada keanehan di tubuh Polri.
Keanehan itu, yakni anggota Polri yang berprestasi dan memenuhi syarat, justru kariernya berhenti. Sementara itu, mereka yang belum layak, bisa naik pangkat dengan cepat.
Hal tersebut, dikarenakan adanya dugaan politik transaksional yang terjadi di luar mekanisme resmi.
Amien Rais menyampaikan masyarakat luas mengkritik terjadinya fenomena Polri, setiap lima tahun sekali atau menjelang Pemilu.
Menurut dia, Polri berubah menjadi partai cokelat yang sangat kuat. Sebab, memiliki kedisiplinan yang unggul, persenjataan, dan seragam.
Amien Rais mengusulkan, supaya Presiden Prabowo Subianto segera mengganti Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri.
“Beberapa jenderal polisi, ada yang jauh memiliki integritas, keberanian, dan ketegasan. Jadi, ambil dua untuk dilantik menjadi Kapolri dan Wakapolri,” tuturnya.
Dia menilai Kapolri yang saat ini, kemungkinan hanya berkutat bagaimana melindungi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya.
“Kalau terus membiarkan langkah politik Listyo yang berbahaya itu, akibatnya jelas buruk bagi bangsa , negara, dan Anda sendiri Pak Prabowo,” ucapnya. (*)
Video seru hari ini:



