Bandung: Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali dilanjutkan pada hari ke-11, Selasa 3 Februari 2026. Tim SAR Gabungan berupaya memaksimalkan pencarian untuk menemukan seluruh korban yang hingga kini masih belum ditemukan.
Direktur Operasi SAR Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, pencarian hari ini difokuskan pada sejumlah titik yang telah ditandai sebagai lokasi yang diduga terdapat korban tertimbun material longsor.
"Tim kembali menyisir titik-titik yang sebelumnya sudah ditandai dan dicurigai sebagai lokasi keberadaan korban," ujar Yudhi di Posko Basarnas Desa Pasirlangu, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca Juga :
Update Korban Longsor Cisarua, 83 Kantong Jenazah DievakuasiDalam pelaksanaannya, tim SAR gabungan tetap membagi area pencarian ke dalam tiga sektor, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan personel, mengingat kondisi medan yang masih labil.
Hingga hari ke-10 operasi SAR, tim gabungan telah berhasil menemukan sebanyak 83 bodypack. Sebagian jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Tim SAR gabungan saat melakukan proses pencarian terhadap korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 2 Februari 2026. ANTARA/Rubby Jovan
Yudhi berharap, kondisi cuaca pada hari ke-11 ini dapat mendukung kelancaran operasi pencarian. Sehingga, upaya evakuasi dapat berjalan maksimal.
"Kami berharap cuaca hari ini mendukung, sehingga tim dapat mengoptimalkan pencarian dan mengevakuasi sebanyak mungkin korban yang masih dalam pencarian," ungkap Yudhi.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan atau sesuai dengan hasil evaluasi bersama lintas instansi terkait.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490985/original/032500800_1770038120-pandji_2_.jpeg)