Jualan Mobil Lesu, Toyota Global Soroti Pajak dan Kredit Macet di RI

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Prinsipal Toyota Motor Corporation (TMC) membeberkan sejumlah tantangan yang mengakibatkan lesunya penjualan mobil di Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025.

Produsen mobil asal Jepang itu menyoroti komponen pajak hingga kredit macet (non-performing loan/NPL) yang menyebabkan turunnya kinerja penjualan kendaraan di pasar Tanah Air.

Berdasarkan data TMC, penjualan Toyota termasuk Lexus di Indonesia sebesar 260.446 unit sepanjang 2025. Angka itu merosot 12,2% (year-on-year/YoY) dibandingkan periode 2024 sebanyak 296.546 unit.

"Penjualan menurun secara tahunan seiring berlanjutnya kondisi pasar yang menantang akibat penerapan seleksi kredit yang ketat, pengenaan pajak tambahan, serta faktor lainnya," tulis laporan Toyota Motor Corporation, dikutip Selasa (3/2/2026).

Sebagai pengingat, pada awal 2025, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Kendaraan bermotor tergolong barang mewah yang ikut terimbas kenaikan PPN.

Tak hanya itu, pada awal tahun pemerintah juga mulai memberlakukan kebijakan opsen pajak, atau pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu. Alhasil, pemerintah kabupaten atau kota dapat memungut opsen dari PKB dan opsen BBNKB dengan tarif 66%. 

Baca Juga

  • Toyota hingga Suzuki Berebut Pasar Mobil Hybrid 2025
  • Toyota Urban Cruiser EV Bakal Diproduksi Lokal? Ini Kata Bos TMMIN
  • Toyota Blak-blakan Biang Kerok Pasar LCGC Amblas pada 2025

Di kawasan Asia, penjualan Toyota paling tinggi berada di China, sebesar 1,78 juta unit sepanjang 2025. Adapun, penjualan Toyota di Indonesia kalah dari India yang berhasil menjual 351.412 unit mobil.

Toyota Motor Corporation menyebut, penjualan di pasar India justru naik 17,1% YoY karena didorong oleh kinerja kuat dari model-model andalan seperti Urban Cruiser Hyryder dan Innova Hycross, serta dampak positif dari penurunan berbagai pajak terkait otomotif.

Namun, di kawasan Asean, Indonesia masih menjadi pasar terbesar bagi Toyota, melampaui capaian Thailand yang sebanyak 230.038 unit, Filipina 229.447 unit hingga Malaysia 102.417 unit pada tahun lalu.

Secara keseluruhan, penjualan Toyota di pasar Asia sebesar 3,28 juta unit sepanjang 2025, atau naik tipis 2,2% dari 3,21 juta unit pada periode tahun sebelumnya.

Sementara itu, di pasar global, penjualan Toyota tembus 10,53 juta unit pada tahun lalu, atau meningkat 3,7%. Sejumlah pasar utama Toyota Motor Corporation meliputi Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa hingga Jepang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 WNI Disekap Bajak Laut Somalia, Kemlu Sebut Negosiasi Sedang Berjalan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Kebakaran Rita Pasaraya di Cilacap: Api dari Plafon Lantai 1
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa 4,2 Magnitudo Guncang Pulau Saringi, NTB
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Barcelona dipastikan tanpa Raphinha selama sepekan karena alami cedera
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Tunda Pemeriksaan Richard Lee, Tunggu Putusan Praperadilan
• 10 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.