Bentuk Pansel, Menkeu Purbaya Target OJK Dipimpin Bos Baru Dua Minggu Lagi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa proses panitia seleksi (pansel) Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dimulai sejak Senin, 2 Februari 2026.

Melalui pansel tersebut, pemerintah, kata dia, menargetkan Ketua OJK yang baru akan terpilih dalam waktu dua minggu.

Baca Juga :
Purbaya Sebut Proyek 'Sampah Jadi Listrik' Tak Cuma Dibiayai Danantara, Tapi Juga APBN
IHSG Ambrol Tak Sesuai Prediksi, Purbaya: Kalau Saya Bakal Serok ke Bawah

OJK saat ini dipimpin sementara Friderica Widyasari Dewi. Dia ditunjuk untuk menggantikan Mahendra Siregar yang mundur dari jabatannya imbas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok.

"Ada, sudah kita mulai. Kita mulai prosesnya hari ini. Mungkin dalam waktu dua minggu, paling lambat kita punya Ketua OJK baru," kata Purbaya kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026.

Purbaya memastikan, tidak ada arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait nama calon Ketua OJK.

"Tidak ada. Kita tunjuk aja berapa orang, karena kita mau secepat, seminggu, dua minggu harus ada ketua OJK baru yang definitif," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, secara tiba-tiba mengumumkan mundur dari jabatannya. 

Kabar ini disampaikan secara resmi dalam keterangan tertulis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan diproses lebih lanjut.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Tak sendiri, Mahendra hengkang dari jajaran petinggi OJK bersama dua pejabat kunci lainnya yang mengambil langkah serupa. Mereka adalah Inarno Djajadi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) serta I. B. Aditya Jayaantara selaku Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek (DKTK).

Pengunduran Mahendra dkk dari pucuk pimpinan OJK menyusul mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman yang disampaikan pada Jumat pagi, 30 Januari 2026. Keluarnya Iman Rachman dari posisi Dirut BEI sebelumnya menjadi sinyal awal adanya kebutuhan pemulihan dan penataan ulang di industri. 

Dalam keterangan resmi OJK, Mahendra Siregar mengungkapkan alasan utama di balik dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral. Senada dengan Iman Rachman, Mahendra mengatakan keputusannya berujuan untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang dibutuhkan oleh sektor jasa keuangan nasional.

Terkait mekanisme mundurnya Mahendra, Inarno dan Aditya diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK). 

Baca Juga :
Rapat dengan MSCI, OJK Beberkan Tiga Poin Penting Pembahasannya
IHSG Masih Loyo, OJK Ungkap Asing Sudah Mulai Beli di Pasar Saham RI Hari Ini
Tak Senada dengan Purbaya dan Airlangga, BEI Belum Putuskan soal Pejabat Dirut Sementara

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Crystal Palace Pecahkan Rekor Klub untuk Boyong Jorgen Strand Larsen dari Wolverhampton Wanderers
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Soal Penyebab Rita Pasaraya Cilacap Terbakar: Diduga Korsleting Listrik
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pusdalops PB Ungkap 40 Orang Masih Hilang akibat Banjir di Sumut, Paling Banyak dari Tapanuli Tengah
• 12 menit lalukompas.tv
thumb
BPS Catat DKI Jakarta Alami Deflasi 0,23 Persen pada Januari 2026 Dipicu Turunnya Harga Pangan
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Pemprov Jateng akan Fasilitasi Nobar Piala Dunia 2026
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.