Menjajal Berkendara di "Gurun Pasir" Utara Jakarta

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Tak perlu terbang jauh ke Timur Tengah untuk merasakan sensasi berkendara di tengah kepulan debu yang menyapu wajah layaknya di padang pasir.

Cukup arahkan kemudi ke Jalan Akses Marunda, Jakarta Utara, tepatnya saat melintasi jembatan penghubung menuju Kabupaten Bekasi. Di sini, maut dan debu beradu dalam satu jalur sibuk.

Jalan Akses Marunda bukan sekadar aspal biasa, jalan ini adalah urat nadi logistik yang menghubungkan Jakarta dengan Jawa Barat.

Setiap detiknya, jalur ini "dihajar" oleh deru mesin kontainer, truk trailer, hingga dump truck yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok.

Namun bagi pengendara motor, melintasi jembatan sepanjang 400 meter di atas Cakung Drain ini lebih mirip uji nyali di tengah badai pasir.

Baca juga: Bau Busuk RDF Rorotan Jakarta Tembus ke Bekasi, Warga Akan Adukan ke Dedi Mulyadi

Lubang, Asap Hitam, dan Pasir Menusuk

Pengalaman "gurun" ini dimulai saat sepeda motor mulai menanjak ke jembatan pertama Cilincing-Marunda. Sambutan hangat berupa lubang besar dengan genangan air cokelat sudah menanti di sisi kiri.

Jika tak waspada, motor bisa oleng dan cipratan airnya siap "menghiasi" pengendara lain.

Saat kondisi lancar, truk-truk raksasa melaju kencang, meninggalkan jejak asap knalpot hitam pekat yang bercampur dengan debu cokelat dari jalanan.

Kompas.com mencoba menjajal langsung lintasan ini tanpa masker dan kaca helm terbuka.

Rasanya, debu bercampur pasir itu beterbangan dan menghantam wajah, memberikan sensasi perih seperti tertusuk jarum-jarum kecil.

Usai melintasi jembatan, sebuah tisu putih yang digunakan untuk membersihkan wajah langsung berubah warna menjadi kehitaman.

Tak hanya itu, tas punggung hitam yang semula bersih pun berganti rupa menjadi kecokelatan, tertutup lapisan pasir yang terbang tak keruan.

Baca juga: Proyek Mangkrak di Jantung Sudirman, Cermin Perubahan Model Bisnis Properti Jakarta

Persiapan Layaknya "Mad Max"

Kondisi ekstrem ini memaksa para pengendara melakukan persiapan khusus.

Iksan (40), salah satu pengendara rutin, selalu membungkus kepalanya dengan rapat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jaket, kacamata, sarung tangan, masker, hingga helm wajib terkunci rapat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia cegah virus Nipah dengan penguatan karantina kesehatan
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Cerita Ibu: Infeksi Bikin Anak Saya Harus Suntik Tiap Bulan selama 5 Tahun!
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Layanan dan Kepercayaan Pelanggan
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Niat Puasa Nisfu Syaban dan Tata Caranya, Besok 3 Februari 2026
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Populer Ekonomi: Emas Antam Melejit Rp167 Ribu hingga Pegawai SPPG Dapat THR
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.