Saat naik pesawat traveler biasanya tidak terlalu memusingkan pakaian yang dipakai. Asal nyaman dan sopan, traveler tidak terlalu pilih-pilih soal pakaian.
Meski demikian, pakar perjalanan mengungkapkan bahwa ada beberapa pakaian yang sebaiknya dihindari oleh traveler saat naik pesawat. Sebab, menurut mereka, pakaian-pakaian ini bisa menimbulkan berbagai permasalahan.
Mulai dari masalah sirkulasi darah hingga keselamatan saat keadaan darurat, pilihan busana ternyata bisa memengaruhi kualitas perjalanan.
Berikut daftar pakaian yang sebaiknya dihindari saat terbang, sekaligus rekomendasi pilihan yang lebih aman dan nyaman, seperti dilansir Travel and Leisure.
1. Hindari Pakaian Terlalu KetatPakaian ketat menjadi pantangan utama. Natalie Houston, karyawan maskapai sekaligus travel influencer, menjelaskan bahwa tubuh manusia cenderung mengembang di ketinggian, sehingga pakaian super ketat seperti legging atau jeans ketat dapat membuat perjalanan jauh terasa jauh lebih tidak nyaman.
Pakar etika Lisa Mirza Grotts menambahkan, pakaian longgar dan berlapis tidak hanya membantu kenyamanan, tetapi juga mengurangi risiko deep vein thrombosis (DVT), kondisi pembekuan darah yang berbahaya selama penerbangan panjang.
2. Jangan Gunakan Pakaian PanjangHouston juga mengingatkan bahwa kebersihan kabin pesawat tidak sebersih yang dibayangkan. Gaun panjang, celana yang terlalu panjang, crop top, atau celana pendek berisiko menyentuh area yang kurang higienis, seperti lantai kabin dan toilet pesawat.
“Pesawat itu seperti lantai gym dan zona misteri,” ujarnya, menggambarkan area yang sering terpapar kotoran tak terlihat.
3. Tinggalkan Romper di RumahRomper memang terlihat modis, tetapi sangat tidak praktis di pesawat, terutama ketika harus menggunakan toilet sempit di udara.
“Di pesawat, romper berubah dari lucu menjadi mimpi buruk,” kata Houston.
4. Hindari Jaket Terlalu TebalVice President Guest Experiences Cirrus Aviation Services, Travis Turner, menjelaskan bahwa jaket besar dan tebal dapat menghambat pergerakan saat evakuasi darurat. Ia menyarankan penumpang memilih lapisan pakaian ringan yang mudah dilepas-pasang.
5. Jangan Pakai High HeelsMenurut Whitney Haldeman, pendiri Atlas Adventures, sepatu hak tinggi tidak hanya melelahkan untuk perjalanan panjang di bandara, tetapi juga berbahaya saat keadaan darurat. Hak tinggi dan sol licin dapat memperlambat evakuasi, serta merusak perosotan darurat pesawat.
Sebagai gantinya, ia merekomendasikan sepatu datar, sneakers yang mendukung kaki, atau loafer yang nyaman.
6. Simpan Sandal JepitCEO Casago, Steve Schwab, menyarankan untuk tidak mengenakan sandal terbuka, terutama sandal jepit. Selain kurang pantas bagi kenyamanan sesama penumpang, alas kaki yang tidak terikat kuat berisiko terlepas dan menyebabkan cedera saat keadaan darurat.
7. Hindari Pakaian yang Bisa Membuat Anda DiturunkanAri Wohl, pendiri Tribeca Jets, mengingatkan bahwa maskapai berhak menolak atau menurunkan penumpang berdasarkan pakaian yang dikenakan. Busana dengan tulisan ofensif, pesan politik, atau grafis provokatif dapat melanggar aturan berpakaian maskapai yang bertujuan menjaga kenyamanan dan keselamatan semua penumpang.
Pakar perjalanan Expedia, Melanie Fish, menyarankan pakaian berlapis, nyaman, tidak mudah kusut, dan tidak berwarna putih untuk menghindari noda akibat tumpahan atau turbulensi. Penampilan rapi tetap dianjurkan.
“Dan satu hal lagi: tampilkan diri Anda dengan baik,” ujar Melanie.
“Perjalanan dulu adalah momen istimewa untuk berdandan, dan anehnya, jika Anda tampil paling berantakan, Anda justru akan bertemu orang yang Anda kenal dari masa lalu,” tutupnya.





