jpnn.com - Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) menyoroti kinerja Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Hensa memberikan penilaian berbeda terhadap kinerja kedua pejabat di lingkaran Presiden Prabowo Subianto itu.
BACA JUGA: Duit Rp 618 Triliun Siap Dikucurkan Prabowo untuk 18 Proyek Hilirisasi
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono di kantor Sekretariat Kabinet RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Instagram/@sekretariat.kabinet.
Menurut Hensa, dedikasi ditunjukkan Seskab Teddy yang bekerja hingga larut malam sehingga mendapatkan respons positif dari publik.
BACA JUGA: Begini Strategi Gubernur Ahmad Luthfi untuk Sukseskan Program Prioritas Presiden
Hal itu setelah Teddy baru-baru ini mengunggah video dirinya bekerja hingga larut malam, yang langsung mendapat banyak komentar positif dari warganet.
Di video tersebut, pukul 23.45 Seskab Teddy masih berada di kantor dan banyak netizen yang memberi acungan jempol.
BACA JUGA: Tegur Gubernur Bali Soal Sampah, Prabowo: Bagaimana Turis Mau Datang?
"Wajar jika bekerja sesuai jam kerja adalah kewajiban, tetapi tetap aktif melewati jam tersebut menunjukkan dedikasi ekstra," kata Hensa dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Dalam video tersebut, Seskab Teddy menjelang dini hari masih menerima kunjungan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.
Menurut Hensa, gestur kecil seperti itu layak diapresiasi karena mencerminkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, meski tampak sederhana.
Dia juga mengharapkan menteri dan jajaran kabinet lainnya mengikuti pola serupa.
"Jadi, keuntungan memiliki Sekretaris Kabinet yang masih muda adalah energinya yang tinggi. Dia tampak mampu bekerja di luar jam wajib. Semoga apa yang dilakukan Sekretaris Kabinet ini bisa diikuti oleh menteri-menteri atau jajaran kabinet Pak Prabowo lainnya," tutur Hensa.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga menyoroti Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya sedang menjadi sasaran utama warganet ketika berbicara kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Hensa menilai ada beberapa teguran terkait kinerja Purbaya. Pertama, karena apa yang diomongkan pembantu Prabowo itu belum bisa terpenuhi.
"Banyak yang waktu itu bilang kalau dengerin Pak Purbaya ngomong kelihatannya kita tajir rame-rame nih, bulan depan. Tampaknya itu sudah mulai deg-degan dengan perkataan itu, karena kondisinya masih belum berubah secara keuangan," ujar Hensa.(ant/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenpora Buka Lowongan Deputi Industri Olahraga, Implementasi Transparansi Era Prabowo
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam



