GenPI.co - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat Rakernas PSI di Makassar, beberapa hari lalu.
Hendri Satrio mengatakan Jokowi dalam pidato politik tersebut, mengumumkan akan ikut dalam pertempuran pada Pemilu 2029.
“Artinya, dia menciptakan lawannya sendiri. Dia mengumumkan menjadi lawan politik bagi partai-partai lain,” katanya, dikutip dari akun YouTube miliknya, Selasa (3/2).
Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai, posisi eks Wali Kota Surakarta itu tidak lagi hanya seorang Jokowi yang dipecat PDIP.
Hensa juga menyebut Jokowi tidak hanya sebagai Presiden ke- RI. Namun, posisinya bertambah menjadi seorang tokoh PSI.
“Posisi dia juga sebagai tokoh PSI, yang bersama PSI siap untuk bersaing dengan partai-partai lainnya,” tuturnya.
Dia menyampaikan Jokowi memanaskan suhu kompetisi politik melalui pernyataannya tersebut, dan bersiap melawan partai-partai lain.
“Jadinya, mengibarkan bendera pertandingan atau bendera perang, bahwa Saya (Jokowi) hadir untuk melawan Anda semua,” tuturnya.
Hensa mengatakan Jokowi yang mengibarkan bendera perang itu, tentu harus direspons oleh partai-partai lainnya.
“Partai politik lain harus mengubah permainan struktur partai politiknya. Misal, mungkin sekarang harus menjelaskan ke kader, jika ingin menghadap ke Jokowi,” ucapnya. (*)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?




