Melansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026, pada pembukaan, IHSG melemah 42,25 poin atau 0,53 persen ke level 7.880,47, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah dinamika global dan domestik.
Berbeda dengan IHSG, pergerakan saham-saham unggulan menunjukkan arah yang lebih positif. Indeks LQ45 tercatat naik 2,89 poin atau 0,36 persen ke posisi 809,13. Penguatan bursa global Dari pasar global, sentimen cenderung positif. Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average naik 1,05 persen ke level 49.407,66. Indeks S&P 500 menguat 0,54 persen ke posisi 6.976,44, sementara Nasdaq juga naik 0,56 persen ke level 23.592,11. Tinjauan pergerakan IHSG Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG tercatat terkoreksi 4,88 persen ke level 7.922. Koreksi tersebut terjadi meskipun investor asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp593,35 miliar.
Baca juga: Investor Masih Panik, IHSG Dibuka Anjlok 3,86%
Tekanan terhadap indeks masih terkonsentrasi pada saham-saham konglomerasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berlanjutnya narasi terkait MSCI, di tengah rilis inflasi Januari yang meningkat menjadi 3,55 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus yang telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut. Prospek IHSG Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas. Level support berada di area 7.858, sementara resistance terdekat di 8.089.
"Pasar cenderung wait and see menantikan hasil komunikasi regulator–MSCI terkait transparansi pasar, serta langkah kebijakan awal dari kepemimpinan baru regulator," kata Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas. Rekomendasi saham pilihan Untuk mencermati peluang di tengah volatilitas pasar, sejumlah saham yang dapat diperhatikan antara lain:
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)



