Wamenkes: Virus Nipah Belum Ditemukan di Indonesia, Imbau Karantina Bandara Diperketat

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan hingga saat ini, virus nipah belum masuk ke Indonesia.

Benjamin mengatakan dari air liur kelelawar masuk ke India pada September 2025 lalu.

Saat itu, India langsung melakukan lockdown.

BACA JUGA:Bertemu Dirut Garuda dan Petinggi Embraer, Prabowo Tekankan Pentingnya Teknologi Penerbangan

BACA JUGA:Kasus Kekerasan Panti Jompo Bogor Disorot Haris Azhar, Sekjen KemenHAM Novita Ilmaris: Ini Pelanggaran HAM Serius

“Nipah itu terjadi di India sejak September tahun lalu. Ada dua kasus, tapi India tahu bahwa itu sangat infeksius dan mematikan. Mereka langsung lockdown kencang supaya jangan sampai lepas. Kita bersyukur sampai hari ini belum sampai Indonesia, moga-moga jangan sampai," kata Benjamin di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 2 Februari 2026.

Meski begitu, Benjamin menekankan Kemenkes tetap waspada terhadap virus nipah.

Dia menyebut, pengendalian ketat terhadap virus nipah sangat penting untuk dilakukan.

Benjamin mengatakan pihaknya telah mengadakan karantina di Bandara Soetta.

"Maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat. Maka saya setiap ke bandara di mana pun di Indonesia, saya selalu ke kita punya Balai Karantina Kesehatan. Saya mau cek di Cengkareng itu, di bandara Cengkareng Soetta itu di setiap terminal ada, baik kedatangan maupun keberangkatan. Jadi bagus saya perhatikan," papar dia.

BACA JUGA:Purbaya Ingatkan Pentingnya Kepastian Pendanaan Proyek Sampah Jadi Listrik

BACA JUGA:GAPMMI: Masuknya Menperin ke DEN Bisa Ubah Nasib Industri Makanan-Minuman

Meski gejalanya menyerupai infeksi virus biasa, penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi dan berpotensi mengancam jiwa.

"Sama semua virus ya, demam, panas, cuma ini bahayanya dia infeksinya berat ke paru, menyebabkan pneumonia dan angka mortality-nya tinggi, angka kematiannya tinggi. Jadi sangat membahayakan," jelas Benjamin.

Untuk itu, Benjamin meminta warga waspada terkait virus tersebut meskipun virus itu belum ditemukan di Indonesia.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
LRT Jabodebek Dipastikan Siap Layani Lonjakan Penumpang Selama Lebaran 2026
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Kejutan di Bursa Transfer, Karim Benzema Resmi Tinggalkan Al Ittihad untuk Al Hilal
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Infografis Ragam Pelanggaran yang Ditindak dalam Operasi Keselamatan Jaya 2026
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Kementerian Kesehatan Lebanon Kecam Ancaman Israel terhadap Rumah Sakit di Wilayah Selatan
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Iran Setuju Mulai Kembali Pembicaraan Nuklir dengan AS
• 16 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.