Saham Emas ARCI-HRTA Cs Kompak Rebound

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Saham-saham emiten tambang emas berbalik menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026) pagi.

Saham Emas ARCI-HRTA Cs Kompak Rebound. (Foto: Pexels)

IDXChannel – Saham-saham emiten tambang emas berbalik menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026) pagi, setelah sebelumnya tertekan aksi jual seiring pelemahan pasar secara luas dan anjloknya harga logam mulia acuan.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.11 WIB, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melejit 6,84 persen ke Rp2.030 per unit, disusul PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang mendaki 5,96 persen menjadi Rp1.600 per unit.

Baca Juga:
Bursa Asia Rebound, KOSPI Korea Melesat 4 Persen

Kemudian, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang melambung 5,51 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 3,66 persen, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) 2,56 persen, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 0,54 persen.

Harga emas dunia naik lebih dari 3 persen ke kisaran USD4.820 per troy ons pada Selasa pagi, seiring munculnya aksi bargain hunting setelah dua hari tekanan jual yang dramatis.

Baca Juga:
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Asing Mulai Inflow di Tengah Membaiknya Sentimen Global

Logam mulia tersebut sebelumnya anjlok hampir 5 persen pada sesi perdagangan sebelumnya, melanjutkan kejatuhan pada Jumat pekan lalu yang menjadi penurunan terdalam dalam lebih dari satu dekade.

Mengutip Trading Economics, pelemahan itu terjadi setelah muncul kabar Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun ke Rp2.844.000 per Gram

Warsh dipandang lebih hawkish dibanding kandidat lain, sehingga memicu kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter.

Meski diliputi volatilitas tinggi, emas tetap mendapat sokongan dari kuatnya pembelian bank sentral serta apa yang dikenal sebagai debasement trade, ketika investor beralih ke aset fisik dari mata uang dan obligasi di tengah meningkatnya kekhawatiran fiskal.

Ketidakpastian global, ditambah kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, kian memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rakernas PB POSSI 2026 Resmi Ditutup, Fokus Tingkatkan Prestasi dan Pelestarian Lingkungan
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kamera POCO F8 Ultra dan F8 Pro, Ambisi POCO Masuk Fotografi Flagship
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kantor Imigrasi Palu Buka Layanan Biometrik Paspor Dinas dan Diplomatik Mulai 2 Februari 2026
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Panduan Lengkap PTSL 2026: Syarat, Dokumen, dan Tahapan Urus Sertifikat Tanah Gratis
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Imlek 2026, Ketua DPD RI Tekankan Persatuan dan Refleksi Kebangsaan
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.