Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali menghadirkan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2026, agar masyarakat bisa melegalkan tanah dengan proses yang lebih sistematis dan biaya yang disubsidi pemerintah. Apa itu PTSL? Mengutip laman resmi ATR/BPN, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau (PTSL) merupakan kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak untuk objek pendaftaran tanah di seluruh wilayah Indonesia, dalam satu wilayah desa/kelurahan.
Program ini ditujukan untuk memberikan kepastian hukum atas hak tanah dan masyarakat, mengurangi sengketa pertanahan serta mendukung kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Syarat utama PTSL 2026 Berikut syarat utama pengajuan PTSL 2026 yang harus masyarakat cermati:
- Pemohon merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
- Tanah belum bersertifikat.
- Tanah tidak dalam sengketa hukum.
- Tanah berada di wilayah yang masuk program PTSL dan dapat dikonfirmasi ke kantor desa/BPN setempat.
Baca Juga :
Catat! Ini Deretan Surat Tanah yang Tak Lagi Berlaku Mulai 2026(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang telah dilegalisir.
- Surat permohonan pengajuan PTSL.
- Bukti kepemilikan tanah seperti Letter C, girik, akta waris atau jual beli.
- Bukti setor BPHTB dan PPh.
- Berita acara kesepakatan batas tanah dengan tetangga.
- Surat pernyataan pemasangan patok batas permanen.
Sebagai informasi, pemerintah turut menanggung sejumlah biaya dalam proses sertifikasi tanah yang mencakup pengukuran tanah, validasi data dan penerbitan sertifikat. Namun, pemohon tetap menanggung biaya persiapan di tingkat desa/kelurahan seperti patok, materai dan operasional yang besarannya diatur sesuai wilayah masing-masing. (Surya Mahmuda)



