Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal memasang tiga pompa stasioner untuk mengatasi banjir langganan di kawasan Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat. Pompa tersebut ditargetkan menjadi solusi jangka pendek, dan penanganan menyeluruh ditargetkan rampung pada 2027.
Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau pembangunan pompa di Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026). Ia menjelaskan, kawasan tersebut kerap banjir karena posisi jalan yang berada lebih rendah dari permukaan Sungai Mookervart.
"Daan Mogot KM 13 ini selalu banjir karena jalannya di bawah permukaan Sungai Mookervart. Curah hujan tidak perlu tinggi, 100 milimeter saja pasti banjir," kata Pramono.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI akan memasang tiga pompa stasioner di KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Sebelumnya, kawasan ini hanya mengandalkan pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik.
"Sekarang dengan pompa stasioner, kapasitasnya menjadi sekitar tujuh kali lipat, kurang lebih 7.000 liter per detik," ujarnya.
Pramono berharap pemasangan pompa tersebut dapat mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di Daan Mogot. Selain itu, ia memastikan proyek penanganan banjir yang mangkrak sejak 2022 akan segera diselesaikan.
"Ini memang sudah menjadi tugas saya untuk menyelesaikan yang tidak selesai-selesai. Mudah-mudahan tahun 2027 seluruh penanganan di sini bisa rampung," ucapnya.
Selain pompa, Pemprov DKI juga tetap melanjutkan normalisasi sejumlah sungai, seperti Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Pramono menyebut pembebasan lahan yang tersisa akan diselesaikan bersama Kementerian ATR/BPN dalam waktu dekat.
Untuk jangka menengah hingga panjang, Pramono membuka opsi pembangunan flyover di kawasan tersebut. Ia telah meminta Dinas Bina Marga untuk menghitung ulang rencana flyover dengan panjang lebih dari 2 kilometer sebagai solusi permanen.
(bel/yld)




