Liputan6.com, Jakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo berkolaborasi mengembangkan teknologi Fasilitas Smart-Agri Tepat Guna Skala Petani (FASTAN) pada panen raya melon greenhouse di Field Research Center (FRC) UGM Wates dan dilanjutkan di Kelurahan Bugel.
Teknologi ini digunakan dalam rangka pengembangan pertanian cerdas skala petani sekaligus sebagai respons atas persoalan produktivitas pertanian di tengah variabilitas iklim.
Advertisement
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM Arief Setiawan Budi Nugroho mengatakan, riset pertanian tidak cukup berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di lahan petani untuk mendorong perubahan cara bertani yang lebih presisi dan adaptif.
"Program ini menjadi bukti bahwa riset kampus tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi bisa langsung diterapkan di lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh petani," ujar Arief Setiawan, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM) www.ugm.ac.id, Senin 2 Februari 2026.
FASTAN dinilai sebagai salah satu contoh penelitian berdampak yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menilai, FASTAN penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Kulon Progo memiliki potensi besar di sektor agro yang perlu diperkuat dengan dukungan teknologi.
"Inovasi dari perguruan tinggi harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, menjawab kebutuhan riil, dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani," harap Agung.



