Wamenkes Pastikan Virus Nipah Belum Terdeteksi di RI: di India Sangat Mematikan

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memastikan virus Nipah belum ditemukan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya kewaspadaan global setelah munculnya kasus virus Nipah di India sejak September 2025.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa hingga kini tidak ada laporan virus Nipah masuk ke Tanah Air. Meski demikian, pengawasan di pintu masuk negara terus diperketat guna mencegah potensi penyebaran penyakit menular tersebut.

"Memang controlling ketat itu paling penting. Jadi controlling ketat, maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat. Maka saya setiap ke airport di mana pun di Indonesia saya selalu ke Balai Karantina Kesehatan kita. Saya mau cek di Cengkareng itu, di Airport Soetta itu di setiap terminal ada, baik kedatangan maupun keberangkatan. Jadi bagus saya perhatikan," kata Benjamin, Selasa (3/2/2026).

Benjamin menjelaskan bahwa virus Nipah termasuk penyakit yang sangat infeksius dengan tingkat kematian tinggi. Namun, jumlah kasusnya secara global relatif kecil dan tidak menyebar luas seperti COVID-19.

Ia menyebut, hingga saat ini terdapat dua kasus di India. Pemerintah India pun telah menerapkan pengendalian ketat, termasuk pembatasan wilayah guna mencegah penyebaran lebih luas.

Sejumlah negara lain, seperti Thailand, juga meningkatkan pengawasan di bandara sebagai langkah antisipasi.

"Kalau Thailand sangat kencang tuh di airport-nya. Tapi India pun sudah langsung memblok karena mereka, kasusnya belum sampai 1.000 sih sejak tahun 1998. Jadi dia nggak seperti COVID, tapi kalau tertular sangat infeksius," ujarnya.

Lebih lanjut, Benjamin menegaskan bahwa virus Nipah belum terdeteksi masuk ke Indonesia. Kendati demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas, terutama melalui penguatan pengawasan di bandara dan pelabuhan internasional.

Terkait gejala, ia menjelaskan bahwa infeksi virus Nipah umumnya diawali dengan demam dan panas. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi paru-paru berat atau pneumonia dengan tingkat kematian tinggi.

"Jadi sangat membahayakan. Tapi di seluruh India baru dua orang tuh dari 1,5 miliar penduduknya, jadi ya kita waspadalah. Oke ya," pungkasnya. (ant/nba)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rebecca Klopper Jalani Cinta Segitiga di Film Terbaru, Akui Tak Pernah Mengalaminya di Dunia Nyata
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Kesaksian Lansia Ungkap Neraka Kelaparan Tahun 1959–1961  “Lompatan Jauh ke Depan” Partai Komunis Tiongkok : Kanibalisme Hingga Menumis Kotoran Angsa
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Sambut Baik Gerakan Indonesia Asri Presiden Prabowo, Sultan: Selaras dengan Program Green Village
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Tanggapi Reaksi Gibran Soal Mens Rea, Pandji Pragiwaksono: Cukup Bijak Ya
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
MK Tolak Gugatan yang Minta Masa Jabatan BPKN Jadi 5 Tahun
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.