Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bantuan logistik untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah mencapai total 1.767,07 ton hingga akhir Januari 2026.
Distribusi Melalui Jalur Udara, Laut, dan DaratKepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa distribusi logistik tersebut dilakukan selama periode 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026.
Pengiriman dilakukan melalui berbagai moda transportasi, yakni 56 sorti pesawat charter milik BNPB, 68 sorti pesawat Hercules, 55 unit truk jalur darat, dan 7 kapal laut.
Selain distribusi langsung ke lokasi terdampak, BNPB juga mengoperasikan dua pos logistik utama.
Pos Logistik Sumatra Barat tercatat telah menyalurkan 2.321,18 ton bantuan, sedangkan Pos Logistik Aceh telah mendistribusikan 2.186,2 ton bantuan.
Mulai 1 Februari 2026, distribusi logistik harian dihentikan sementara di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara seiring adanya proses penyesuaian kebutuhan di lapangan.
Bantuan Tetap Dilanjutkan Bertahap, Fokus pada PengungsiMeskipun distribusi harian dihentikan, BNPB menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan tetap berlanjut secara bertahap dan terukur sesuai perkembangan situasi serta kebutuhan warga terdampak.
Hingga kini, tercatat sebanyak 105.842 jiwa masih mengungsi akibat bencana di ketiga provinsi tersebut.
Bantuan yang disalurkan mencakup perlengkapan untuk hunian sementara, seperti perlengkapan tidur, mandi, serta makanan.
Salah satu titik distribusi bantuan adalah Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Di lokasi tersebut, petugas dari BPBD Padang menyalurkan bantuan logistik langsung kepada para pengungsi.



