Polisi menyatakan penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan terhadap karyawan toko ritel di kawasan Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih terus berjalan.
Pihak korban membuka peluang penyelesaian kasus secara damai dengan syarat para terduga pelaku bersedia mengganti kerugian dan menanggung biaya pengobatan.
Hal itu disampaikan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Murodih. Ia mengatakan, polisi telah menemui tim legal korban sebagai perwakilan korban di kantor ritel, Jalan Ampera Raya, Kelurahan Ragunan, pada Selasa (3/2).
Dari hasil pengecekan, perwakilan terduga pelaku sempat mendatangi korban. Empat orang perwakilan disebut meminta perkara pengeroyokan yang sempat viral di media sosial itu diselesaikan secara damai. Mereka menyatakan bersedia menanggung biaya pengobatan korban serta mengganti kerusakan barang.
“Hasil dari keterangan dari pihak Astro (korban) bersedia untuk tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum dengan harus memenuhi syarat sebagai berikut: pihak pelaku harus siap untuk mengobati kerugian fisik akibat perbuatan pengeroyokan terhadap korban. Pihak pelaku harus bersedia mengganti rugi barang-barang yang di rusak,” kata Murodih dalam keterangan tertulis.
Murodih menjelaskan, korban menyatakan siap membuat surat pernyataan damai di kantor polisi apabila tuntutan tersebut dipenuhi. Namun, jika para pelaku tidak menyanggupi, pihak korban memastikan perkara akan dibawa ke jalur hukum.
“Untuk sementara pihak Astro (korban) belum memberi jawaban keputusan kepada pihak pelaku, nanti rencananya akan ada pertemuan kedua untuk membahas tuntutan korban kepada pihak pelaku,” ucap dia.
Polisi juga telah menyarankan korban untuk segera membuat laporan polisi dan menjalani visum. Apabila memilih tidak menempuh jalur hukum, korban diminta membuat surat pernyataan tidak melapor.
“Namun pihak korban sendiri bukan tidak mau untuk melanjutkan perkara ke jalur hukum, pihak Astro (korban) masih menunggu kesanggupan pihak pelaku untuk memenuhi tuntutannya apabila mereka memang tidak bisa di penuhi maka pihak korban baru rencananya akan membuat laporan polisi untuk diproses secara hukum,” tandas dia.
Sejumlah pegawai ritel di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang pada Sabtu (31/1) dini hari. Peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah narasi kejadian dan rekaman CCTV beredar.
Insiden disebut bermula ketika sebuah mobil diduga menabrak sepeda motor yang terparkir di area toko ritel. Pemilik motor kemudian meminta pengemudi mobil bertanggung jawab. Pengemudi mobil disebut sempat menyatakan akan menyelesaikan persoalan dan menghubungi keluarganya.
Namun, setibanya di lokasi, sejumlah orang yang disebut sebagai keluarganya justru diduga melakukan penganiayaan terhadap para pegawai ritel. Akibat kejadian itu, beberapa pegawai dilaporkan mengalami luka-luka, dan aksi kekerasan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV).




