PT Timah Sebut Aktivitas Tambang yang Picu Longsor dan Timbun Pekerja di Bangka Tak Berizin

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Longsor yang terjadi di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah  di Desa Pemali, Kabupaten Bangka, pada Senin sore, 2 Februari 2026, yang menewaskan enam pekerja tambang bijih timah, merupakan aktivitas ilegal atau tanpa izin resmi.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah, Anggi, mengakui bahwa meskipun lokasi kejadian berada di dalam wilayah IUP PT Timah, aktivitas penambangan yang memakan korban tersebut tidak mengantongi izin resmi.

Baca Juga :
Tambang Timah di Bangka Longsor: 6 Pekerja Tewas, Satu Hilang dalam Pencarian
BNPB: 57 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi

"Pemilik tambang tidak mengantongi izin resmi melakukan aktivitas penambangan bijih timah di area IUP PT Timah," kata Anggi

Anggi mengatakan, PT Timah tetap membantu proses pencarian korban meskipun kegiatan penambangan tersebut dilakukan secara tidak sah. Pihak perusahaan berharap seluruh korban yang masih tertimbun tanah longsor dapat segera ditemukan.

Proses pencarian dilakukan dengan mengerahkan alat berat seperti ekskavator serta peralatan pendukung lainnya untuk mempercepat evakuasi. Korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, tim SAR gabungan telah menemukan enam pekerja tambang dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor tambang bijih timah ilegal di area IUP PT Timah, Desa Pemali, Bangka.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, total terdapat delapan pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Enam orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat dengan luka di bagian kaki, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Kepala BPBD Kabupaten Bangka Rusmansyah menjelaskan enam korban meninggal dunia ditemukan dalam dua tahap. Tiga orang ditemukan pada Senin malam, sementara tiga lainnya ditemukan pada Selasa, 3 Februari 2026, dini hari.

"Tim gabungan melanjutkan pencarian satu orang yang belum ditemukan hari ini dimulai sekitar pukul 06.00 WIB," jelasnya.

Rusmansyah menambahkan seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka, telah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan perawatan medis.

Musibah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat para pekerja tengah melakukan aktivitas pencarian bijih timah. Tanah di sekitar lokasi tambang tiba-tiba longsor disertai suara keras, sehingga para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga :
Pemerintah Bakal Renovasi Pesantren dan Madrasah yang Terdampak Longsor di Cisarua
Tambang Coltan di Kongo Longsor, 200 Orang Lebih Tewas
Tim SAR Sudah Temukan 64 Kantong Jenazah di Lokasi Longsor Cisarua

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Disdamkarmat Natuna Padamkan Kebakaran Lahan dan Gudang dalam Sehari, Penyebab Masih Diselidiki
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Jaga Kesehatan Tubuh dengan Sayuran Akar Lezat, Ubi Jalar dan Wortel Wajib Dicoba
• 16 jam lalugenpi.co
thumb
Perlintasan Rafah Dibuka Setelah 18 Bulan Tutup
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Harga Emas Melonjak, Penjualan Sepi
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Bertemu Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.