JAKARTA, KOMPAS.com – Jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line akan mengalami ekspansi besar-besaran tahun ini.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan pengembangan rute KRL Jakarta hingga Cikampek dan Jakarta menuju Sukabumi pada 2026.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan pusat ekonomi baru di sepanjang jalur kereta.
Selain dua rute tersebut, pengembangan jalur Jakarta-Rangkasbitung juga masuk dalam prioritas tahun ini.
Baca juga: MRT Serpong dan Balaraja Masuk Tahap Pengkajian, Mayoritas Dibiayai Swasta
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Danantara mewajibkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera menuntaskan elektrifikasi jalur di lima kota besar.
Menariknya, pengembangan ini tidak akan bergantung pada produk impor.
Dony mewajibkan PT KAI bersinergi dengan PT Industri Kereta Api (INKA) dalam penyediaan infrastruktur dan rangkaian kereta.
"Tanpa keberpihakan BUMN untuk mengembangkan industri dalam negeri, Indonesia tidak akan pernah bisa menjadi negara berbasis industri," ujar Dony dalam acara "Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Rabu (28/1/2026) dikutip dari Antara.
Baca juga: MRT Timur–Barat Tomang–Medan Satria Segera Dibangun, Ini Rute Stasiunnya
Langkah ini didukung dengan penyehatan internal PT INKA yang dijadwalkan rampung awal tahun ini.
Integrasi industri juga diperkuat dengan pembangunan fasilitas hulu di Banyuwangi yang menghubungkan INKA dengan Krakatau Steel guna memastikan ketersediaan baja lokal.
Perluasan jaringan KRL ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Stasiun Tanah Abang, 4 November 2025 lalu.
Prabowo meminta PT KAI menyelesaikan penambahan 30 titik perpanjangan rel serta pengadaan rangkaian kereta baru dalam kurun waktu maksimal satu tahun.
Baca juga: Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Kawasan TOD Strategis dan Paling Ramai, Ini Alasannya
Pengembangan KRL Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Sukabumi diprediksi akan menjadi solusi jitu untuk mengurangi kepadatan jalan raya serta mempersingkat waktu tempuh para komuter yang tinggal di wilayah penyangga Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



