Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Cianjur
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terwujudnya pendidikan berkualitas dengan memperluas akses belajar bagi seluruh warga negara. Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan di ruang kelas formal, tetapi sebagai proses pembelajaran yang dapat berlangsung di berbagai ruang kehidupan anak.
Upaya tersebut salah satunya terlihat di PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Kabupaten Cianjur, yang tetap menyelenggarakan kegiatan belajar sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar.
Pengelola PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Sri Ningsih, menjelaskan bahwa lembaga yang dikelolanya melayani anak usia dini serta peserta didik PKBM yang mayoritas berasal dari keluarga petani penggarap. Anak-anak PAUD berusia 5 hingga 7 tahun mengikuti pembelajaran dasar, sementara peserta didik PKBM berusia 17 hingga 20 tahun tetap melanjutkan pendidikan di tengah aktivitas membantu orang tua.
Dalam keterbatasan yang ada, pihak sekolah berupaya memastikan proses belajar tetap berjalan dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu dukungan yang diterima adalah bantuan Papan Interaktif Digital (PID) untuk menunjang digitalisasi pembelajaran agar kegiatan belajar menjadi lebih variatif dan menarik.
Sri Ningsih menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut dan berharap pemanfaatan PID dapat meningkatkan semangat belajar serta kualitas lulusan ke depan.
“Dengan Papan Interaktif Digital, pembelajaran menjadi lebih menarik dan materi yang disampaikan lebih beragam. Mudah-mudahan anak-anak semakin semangat dan hasil belajarnya lebih baik,” ujar Sri Ningsih dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Februari 2026.
Dalam kunjungannya ke PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berinteraksi langsung dengan murid dan guru, sekaligus mencoba penggunaan Papan Interaktif Digital. Anak-anak diajak menulis, menggambar, dan mewarnai menggunakan perangkat tersebut dalam suasana belajar yang hangat dan penuh antusiasme.
Kunjungan tersebut ditutup dengan kebersamaan saat Mendikdasmen mengajak para murid bernyanyi bersama, menciptakan suasana akrab dan berkesan bagi warga sekolah. Ia juga memberikan pesan penyemangat agar anak-anak terus rajin belajar dan sekolah dapat terus berkembang.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya dilakukan melalui sistem sekolah formal, tetapi juga melalui penguatan sistem belajar yang lebih luas.
“Kami tidak hanya memperkuat schooling, tetapi juga learning. Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah formal, melainkan juga di lembaga nonformal dan informal,”ungkap Mu’ti.
Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, seperti kursus, program kesetaraan, sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, hingga pendidikan keluarga. Dengan pendekatan ini, akses pendidikan diharapkan semakin merata dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Mendikdasmen juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan. Menurutnya, usia dini merupakan masa emas yang sangat menentukan perkembangan anak di masa depan.
“Kalau sejak dini cara belajar dan pola hidupnya tidak tepat, akan sulit membentuk perkembangan selanjutnya. Karena itu, pendidikan di rumah, sekolah, dan masyarakat harus sama-sama diperkuat,” tegasnya.
Melalui penguatan pendidikan formal, nonformal, dan informal secara beriringan, Kemendikdasmen berupaya memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara, relevan, dan bermakna bagi masa depannya.
Editor: Redaktur TVRINews





