Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam bahwa "hal-hal buruk" bisa terjadi, jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Trump pada Senin (2/2) waktu setempat, setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan dimulainya pembicaraan nuklir dengan Washington.
"Saat ini kami sedang berbicara dengan mereka, kami sedang berbicara dengan Iran, dan jika kami dapat mencapai kesepakatan, itu akan sangat bagus. Dan jika tidak, mungkin hal-hal buruk akan terjadi," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/2/2026).
Dengan meningkatnya ketegangan, Trump menolak untuk membahas kemungkinan tindakan militer terhadap Iran. Namun, dia menegaskan kembali bahwa "kekuatan besar" termasuk kapal induk yang telah ia kirim ke Timur Tengah, akan segera tiba di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memerintahkan "dimulainya pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai program nuklir Iran," lapor kantor berita Iran, Fars pada hari Senin (2/2) waktu setempat, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya. Laporan tersebut juga dimuat oleh surat kabar pemerintah Iran dan harian reformis Shargh.
Pertemuan tersebut kemungkinan akan berlangsung di Turki pada hari Jumat mendatang, menyusul intervensi dari Mesir, Qatar, Turki, dan Oman. Demikian disampaikan seorang pejabat Arab kepada AFP dengan syarat anonim untuk membahas masalah sensitif tersebut.
Situs berita AS Axios mengutip dua sumber anonim yang mengatakan, bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan akan bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff di Istanbul, Turki untuk membahas kemungkinan kesepakatan tentang masalah nuklir.
(ita/ita)





