Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah

merahputih.com
4 jam lalu
Cover Berita

Merahputih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan Virus Nipah dengan cara menghindari konsumsi buah yang sudah rusak atau terbuka.

Langkah preventif ini diambil mengingat risiko kontaminasi tinggi dari gigitan kelelawar pemakan buah yang menjadi inang utama virus mematikan tersebut.

Baca juga:

Belum Ada Kasus Nipah di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan pangan di tingkat rumah tangga guna memutus rantai penularan.

“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan sakit, tidak mengonsumsi buah yang terbuka atau rusak dan diduga terpapar gigitan kelelawar,” ujar Ani, Selasa (3/2).

Bahaya Zoonotik dan Risiko Radang Otak

Ani menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang memiliki tingkat kematian (fatality rate) cukup tinggi.

Penyakit ini tidak hanya menular dari hewan ke manusia, tetapi juga memiliki potensi penularan antarmanusia melalui kontak erat.

Menurutnya, transmisi utama sering kali terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau melalui konsumsi bahan pangan yang sudah tercemar cairan tubuh hewan pembawa virus.

“Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita,” papar Ani.

Kenali Gejala dan Langkah Penanganan

Masyarakat diminta tidak meremehkan gangguan kesehatan yang muncul secara mendadak. Gejala awal infeksi Virus Nipah sering kali menyerupai penyakit ringan seperti demam, sakit kepala hebat, dan nyeri pada otot.

Namun, tanpa penanganan medis yang cepat, virus ini dapat menyerang sistem pernapasan hingga menyebabkan ensefalitis atau radang otak.

Baca juga:

Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan

Sebagai langkah perlindungan diri, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi harga mati. Ani juga mendesak warga yang merasa memiliki riwayat kontak berisiko untuk segera mendatangi pusat kesehatan masyarakat atau rumah sakit terdekat.

“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala setelah kontak berisiko,” jelas dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Mati-matian untuk PSI, Jokowi Dinilai Bukan Teladan dalam Politik
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Sekdaprov Sulsel Lantik Pengurus IKABA Sulsel Periode 2026–2029
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Trump Kirim Utusan Bahas Kesepakatan Nuklir dengan Iran
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Anrez Putra Adelio Ungkap Alasan Tak Temani Friceilda Prillea Melahirkan
• 1 menit lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.