Awal Tahun, Refleksi Menuju Indonesia 2026

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kini bulan sudah berganti di awal 2026. Sebelum ini berlalu, saatnya untuk kita bersama-sama sekali lagi melakukan refleksi.

"Ke mana arah Indonesia kita?" itu satu pertanyaan yang selalu diajukan di awal tahun. Kalau sudah di akhir tahun, maka menjadi peluang untuk melihat apa yang telah kita lalui.

Catatan ini menjadi sebuah penerokaan, apa yang menjadi tujuan, Sehingga langkah kita pun juga akan mudah ditata. Maka, satu hal yang tidak menjadi perdebatan lagi, kita terima sebagai sebuah konsekuensi adalah "Pembukaan UUD 1945".

Salah satu pesan dari pembukaan itu adalah terkait dengan "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". Maka, soal mencerdaskan ini, bukan hanya pada pendidikan saja, tetapi bagaimana ekosistem pendidikan dan pembelajaran kita boleh disatupadukan.

Salah satu masalah kita, adalah berada pada titik yang sama. Kalaupun mau satu langkah, maka selalu akan kembali pada masalah yang sama dalam langkah yang lain. Dalam satu kesempatan, Ibu Mega menyebutnya "langkah poco-poco". Jikalau itu digunakan, maka akan menjadi sebuah "masalah". Sebab kita tidak pernah bergerak. Selalu pada titik yang sama saja.

Apa yang dapat kita lakukan dalam mewujudkan ekosistem pendidikan. Kami meyakini bahwa tetap saja metode gotong royong itu relevan. Sehingga kita bergerak bersama, sekalipun metodenya berbeda, suaranya berbeda, iramanya berbeda, tetapi tujuannya tetap sama "memajukan Indonesia".

Tentu saja spektrum terkait dengan kemajuan sangat luas. Maka, kita bisa ambil satu saja semisal "Keamanan Manusia" (human security). Dengan demikian pendidikan akan mengarah bagaimana secara fitrawi manusia diberikan jaminan untuk tetap menjadi manusia.

Konsep ini pun juga dikenal dalam filosofi Indonesia "memanusiakan manusia". Untuk itu, kita menjadi semua alat lain, sebagai pendukung ataupun media semata. Bukan sebagai tujuan.

Untuk itu, apa pun yang dilakukan semuanya mengarah kepada pemenuhan cita-cita berbangsa. Apa pun itu metode, dapat berubah sesuai dengan kondisi. Namun tetap saja tujuannya tidak akan pernah berubah.

Akhirnya, sebagai kesempatan dalam merefleksikan perjalanan 2026, di mana sudah memasuki bulan kedua di tahun ini. Perlu kita jaga soliditas tetap berpandukan pada tujuan berbangsa.

Pemilihan Presiden masih di tahun 2029, tiga tahun mendatang. Bukan soal lama atau singkat, bukan. Namun, sebelum bicara terkait dengan periode kepemimpinan, saatnya memastikan bahwa kerja-kerja politik tetap saja dikerahkan dalam memenuhi kepentingan semuanya. Bukan kepentingan sekelompok apalagi segelintir orang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Wajibkan WNA Yang Jadi Direksi BUMN Lapor Harta Kekayaan
• 5 jam lalumerahputih.com
thumb
Polisi Ungkap Pelaku Penyerangan Pegawai Ritel di Pasar Minggu 7 Orang, Motif Diselidiki
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Lumba-lumba Terluka Terdampar di Pantai Maros, Gagal Dilepas karena Ombak Tinggi
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Megawati Kunjungi UEA: Hadiri Zayed Award-Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Selidiki Identitas Terduga Penendang Kucing hingga Tewas di Lapangan Kridosono Blora
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.