Bisnis.com, JAKARTA — Teka-teki sosok pengganti Iman Rachman di kursi kepemimpinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya terjawab. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, resmi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama melalui mekanisme internal yang digelar baru-baru ini.
"Kepastian itu dikonfirmasi oleh Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Sunandar. Dia menyatakan bahwa keputusan penunjukan Jeffrey Hendrik telah diambil dalam rapat direksi pada Jumat (30/1/2026).
"[Sudah ada keputusan untuk Pjs] Sudah, Pak Jeffrey. Jadi keputusan radir [rapat direksi] pada hari Jumat langsung,” ujar Sunandar saat ditemui awak media di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Penunjukan Jeffrey dilakukan setelah Iman Rachman menanggalkan jabatannya tepat saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihantam badai aksi jual besar-besaran pekan laku. Tekanan pasar ini dipicu oleh sentimen negatif dari keputusan MSCI yang menangguhkan rebalancing saham asal Indonesia.
Adapun, penangguhan tersebut merupakan buntut dari isu transparansi struktur kepemilikan saham atau ultimate beneficial ownership (UBO).
Meski sudah efektif sejak pekan lalu, secara administratif BEI masih memproses dokumen pengunduran diri resmi dari Iman Rachman. Proses transisi ini dilakukan sesuai koridor regulasi yang berlaku di lingkungan pasar modal.
Penunjukan Jeffrey sebagai nahkoda sementara bursa merujuk pada Peraturan OJK No.58/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek.
Dalam beleid tersebut, disebutkan jika jabatan direktur utama lowong, salah satu anggota direksi wajib ditunjuk sebagai pejabat sementara berdasarkan keputusan direksi setelah mendapat persetujuan dewan komisaris.
Informasi mengenai terpilihnya Jeffrey sejatinya telah berhembus akhir pekan lalu. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sempat memberikan sinyal serupa dalam pertemuan di Wisma Danantara pada Sabtu (31/1/2026).
Purbaya membenarkan bahwa sosok yang memiliki rekam jejak panjang di industri sekuritas tersebut merupakan kandidat kuat yang disiapkan untuk mengisi kekosongan jabatan direktur utama BEI.
Sebagai informasi, Jeffrey bukan orang baru di ekosistem pasar modal Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI pada Juni 2022, dia telah malang melintang di industri selama lebih dari dua dekade, termasuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas periode 1999—2022.
Di samping itu, Jeffrey juga tercatat aktif sebagai pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK.
Dengan penunjukan Jeffrey sebagai Pjs Dirut, jajaran direksi BEI tetap diperkuat oleh lima direktur aktif lainnya, yakni I Gede Nyoman Yetna, Irvan Susandy, Kristian Manullang, Sunandar, dan Risa E. Rustan.




