Trump Menanggapi Pembersihan Militer Partai Komunis Tiongkok : Tiongkok Hanya Memiliki Seorang Pemimpin

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Putaran terbaru pembersihan besar-besaran di tubuh militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang dilancarkan oleh pemimpin PKT Xi Jinping—termasuk terhadap Zhang Youxia—telah menarik perhatian luas dunia internasional. Setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Washington sedang mencermati perkembangan tersebut, Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan pandangannya secara terbuka dalam wawancara dengan wartawan di atas Air Force One.

Di dalam Air Force One, seorang wartawan bertanya kepada Trump: seminggu lalu terjadi pembersihan militer di negara tersebut, “Apa pandangan Anda tentang hal ini?”

Trump menjawab:  “Yang Anda maksud Tiongkok? Menurut saya, di Tiongkok hanya ada satu bos, yaitu Ketua Xi. Dialah satu-satunya orang yang saya ajak berurusan.”

Wartawan kemudian menanyakan apakah Trump memiliki kekhawatiran terkait stabilitas politik maupun isu Taiwan.

Trump kembali menegaskan bahwa menurutnya Xi Jinping adalah pemimpin tertinggi, dan ia terus memantau perkembangan tersebut (termasuk situasi Selat Taiwan).

Sebelumnya, ketika ditanya apakah Xi Jinping mungkin akan menyerang Taiwan, Trump mengisyaratkan bahwa selama dirinya masih menjabat, pemimpin PKT itu tidak akan berani mengambil tindakan tersebut.

CNN tahun lalu pernah menyiarkan rekaman pidato Trump dalam sebuah acara penggalangan dana, yang menunjukkan bahwa Trump secara pribadi pernah memperingatkan Xi Jinping: jika PKT berani menginvasi Taiwan, ia akan memerintahkan untuk “membombardir Beijing.”

Terkait kejatuhan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT, Zhang Youxia, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu lalu, saat menghadiri sidang dengar pendapat Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, mengatakan:  “Ini adalah masalah internal dalam sistem mereka. Jelas mereka tidak berbagi atau membahas secara mendalam isu-isu ini dengan kami, tetapi kami tentu akan terus memantau situasinya dengan saksama.”

Reuters sebelumnya mengutip pernyataan mantan pejabat AS dan para analis yang menyebutkan bahwa dengan tumbangnya Zhang Youxia—jenderal tertinggi PKT—Amerika Serikat telah kehilangan penghubung penting dengan pucuk pimpinan militer Beijing. Kini, yang dihadapi AS adalah militer PKT yang semakin kurang stabil dan kekurangan komandan berpengalaman.

Drew Thompson, yang pernah menerima kunjungan Zhang Youxia ke AS saat menjabat sebagai pejabat Departemen Pertahanan AS, menulis bahwa Zhang adalah satu-satunya perwira aktif militer PKT yang mampu memberikan penilaian objektif kepada Xi Jinping mengenai kekuatan dan kelemahan militer Tiongkok serta biaya nyata dari sebuah perang.

“Xi Jinping menghadapi risiko disesatkan oleh para penjilat yang hanya mengatakan apa yang ingin ia dengar, dan hal ini dapat meningkatkan risiko salah perhitungan,” kata Drew. 

Para akademisi di Taiwan juga menilai bahwa karena tidak jelas siapa yang akan menjadi penasihat militer utama Xi Jinping ke depan, pembersihan di tingkat elite PKT telah mendorong kebijakan militer Beijing terhadap Taiwan ke dalam kondisi yang sangat tidak pasti. (Hui)

(Editor Penanggung Jawab: Lin Qing)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemanasan Piala Asia, Timnas U17 Hadapi Tiongkok
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Kubu Roy Suryo Soroti Pernyataan Rektor UGM Ova Emilia soal Tanggal Lulus Jokowi
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
IBC Minta Fasilitas Ini ke DPR untuk Genjot Hilirisasi Industri Baterai Nasional
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Penjaga Sekolah  Ditemukan Tewas Tergantung
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Tekan Korupsi Kepala Daerah, Pukat UGM Sarankan Biaya Politik Dipermurah hingga Kampanye Dibenahi
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.