Head of Marketing MG Motor Indonesia, Harry Kurniawan, menyatakan MG tidak hanya mengandalkan kendaraan listrik murni (EV) tetapi juga menyiapkan model dengan teknologi hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kebutuhan market Indonesia saat ini bukan hanya satu powertrain, karena itu MG menghadirkan strategi multi powertrain, mulai dari hybrid, PHEV, hingga EV,” ujar Harry dikutip dari Antara. Siapkan Model Baru di Berbagai Segmen Setelah perkenalan MGS5 EV di awal 2026, perusahaan berencana menghadirkan sejumlah model baru di berbagai segmen, mulai dari SUV hingga kendaraan penumpang lainnya. Namun, Harry menegaskan setiap model yang dibawa ke Indonesia akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan potensi permintaan konsumen. Baca Juga:
Kebakaran Mobil di Tol Jagorawi, Melibatkan Jetour & BMW
Langkah ini menjadi bagian dari strategi MG untuk tetap relevan di tengah dinamika industri otomotif nasional yang terus berkembang. Andalkan Baterai LFP dan Platform Modular MG juga membuka peluang menghadirkan teknologi baterai solid-state ke Indonesia, meski saat ini teknologi tersebut masih dalam tahap pengembangan global.
“Untuk baterai solid-state, secara global masih dalam tahap pengembangan. Kemungkinan pasti ada untuk dibawa ke Indonesia, tetapi waktunya belum bisa ditentukan. Target globalnya setelah 2027,” kata Harry. Harap Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem EV MG menilai pasar kendaraan listrik nasional masih memiliki potensi pertumbuhan besar. Saat ini, penggunaan EV dinilai masih terkonsentrasi di kota-kota besar dan umumnya menjadi kendaraan tambahan untuk aktivitas harian. Baca Juga:
Strategi Multi-Pathway Jadi Jalan yang Dilalui Suzuki
Perusahaan berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah, baik melalui kebijakan, insentif pajak, penguatan produksi lokal, maupun pembangunan infrastruktur pendukung.
"Ya tentu pertumbuhan dari pada pasar ini kita harapkan juga dukungan dengan program-program dari pemerintah nantinya. Kita akan mendukung untuk mendapatkan ekosistem dan juga populasi pasar yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)



