1,5 Bulan Berlalu, Pembunuh Pensiunan Guru di Limapuluh Kota Belum Terungkap

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Setelah 1,5 bulan berlalu, kasus dugaan pembunuhan LI (61),  pensiunan guru di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, belum menemukan titik terang. Keluarga almarhumah kecewa dengan penanganan kasus karena pelaku belum juga terungkap.

Adif Putra Zodia (33), putra almarhumah LI, Selasa (3/2/2026), mengatakan, proses penanganan kasus pembunuhan ibunya tidak menunjukkan progres yang signifikan. Penanganan yang berlarut-larut membuat keluarga semakin lama terpuruk dalam kesedihan tanpa keadilan.

“Kami sangat berharap ini jangan lagi berlarut-larut, sudah satu bulan setengah, pelakunya belum juga terungkap,” kata Adif, ketika dihubungi dari Padang. Masih berkeliarannya pelaku, lanjut Adif, turut menimbulkan kekhawatiran warga dalam beraktivitas pada malam dan dini hari.

Almarhumah LI ditemukan tewas di halaman rumahnya di Jorong Talago, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Limapuluh Kota, Jumat (19/12/2025) pukul 05.30 WIB. Di tubuh korban, ada tanda-tanda kekerasan (Kompas.id, 26/12/2025).

Menurut Adif, keluarga memang sudah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari kepolisian, tetapi isinya sebatas informasi jumlah saksi yang diperiksa. “Belum ada indikasi ke mana pun dan belum ada calon terduga pelaku. Surat itu baru menyampaikan barang bukti yang diperiksa,” ujarnya. 

Adif pun memohon agar kasus ini segera terungkap sehingga keluarga mendapat keadilan. Pelaku mesti ditangkap dan diungkap secara terbuka serta diadili sebagaimana hukum yang berlaku. 

“Kalau memang butuh bantuan Polda, alangkah baik pihak Polda ikut berkolaborasi agar kasus cepat terungkap. ⁠Kami juga menunggu update informasi yang jelas agar tidak ada keraguan dalam proses penegakan serta penyelidikan,” katanya.

Adif menduga kuat ibunya menjadi korban pembunuhan karena tak ada barang berharga yang hilang. Ia menambahkan, selama ini ibunya tidak pernah ada masalah pribadi dengan orang lain. Walakin, beberapa waktu lalu almarhum terlibat dalam sengketa agraria (Kompas.id, 26/12/2025). 

Secara terpisah, Kepala Polres Limapuluh Kota Ajun Komisaris Syaiful Wahid mengatakan, saat ini penyidik masih berupaya maksimal mengungkap kasus kematian LI. Tim gabungan terus bekerja, baik dengan melakukan manual investigation maupun dengan scientific crime investigation

“Sebanyak 30 saksi sudah kami lakukan pengambilan keterangan. CCTV sudah kami ambil di beberapa titik sekitar TKP (tempat kejadian perkara) sampai radius 5 km,” katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Limapuluh Kota Ajun Komisaris Repaldi mengatakan, kasus dugaan pembunuhan LI diambil alih oleh Polres dari Polsek Guguak sejak akhir Januari 2026.

“Perkara sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan, namun untuk mengarah ke tersangka belum,” kata Repaldi.

Repaldi melanjutkan, penyidik akan mendalami seluruh keterangan para saksi yang telah diperiksa. Adapun untuk hasil autopsi dari RS Bhayangkara Padang, ia tidak dapat diungkap ke publik karena penyidikan masih berlangsung. 

Kronologi

Sebelumnya, LI ditemukan meninggal di halaman rumahnya pada Jumat (19/12/2025) pagi. Kepala Polres Limapuluh Kota Ajun Komisaris Syaiful Wahid mengonfirmasi kejadian tersebut (Kompas.id, 26/12/2026).

Kejadian bermula ketika suami korban, YZ (62), berangkat ke masjid pada Jumat pukul 04.20 WIB. LI masih berada di rumah sendirian dan akan menyusul ke masjid untuk shalat Subuh berjemaah.

YZ tiba di rumah sekitar pukul 05.20 WIB dalam keadaan sekring listrik padam. Ia kemudian menghidupkan sekring listrik rumah dan televisi. Sekitar pukul 05.30 WIB, saksi lain, RN (73), bibi almarhum, datang ke rumah LI untuk mengambil tas miliknya.

Setelah keluar rumah, RN mendapati perempuan bermukena ungu terbaring di halaman rumah. RN memanggil YZ dan menghampiri perempuan itu, yang ternyata LI. Saat itu, korban sudah tidak bergerak dan wajahnya berlumuran darah.

”Kemudian, saksi RN berteriak meminta pertolongan kepada warga di sekitar rumah korban. Saksi RN dan MR lalu membawa korban masuk ke dalam rumah,” kata Syaiful dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/12/2025).

Warga kemudian melaporkan penemuan jenazah LI ke Polsek Guguak pada pukul 06.45 WIB. Personel polsek kemudian mendatangi lokasi kejadian. 

Pada pukul 08.15, personel Satuan Intelkam dan Satreskrim Polres Limapuluh Kota tiba di lokasi kejadian untuk tindakan pertama di tempat kejadian perkara). Selanjutnya, polisi membawa korban ke Puskesmas Padang Kandis untuk visum et repertum.

”Berdasarkan keterangan dari dokter Puskesmas Padang Kandis atas nama Dokter Yobi, kondisi pada tubuh korban terdapat luka terbuka yang diduga akibat benda tumpul di dahi, dagu, telinga, bibir, memar di dada sebelah kiri, memar di tangan kiri dan kanan,” kata Syaiful. 

Jenazah LI selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk diotopsi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PARMUSI Sulawesi Selatan Bakal Pelantikan Pengurus Periode 2025-2030, Dirangkaikan Raker
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Tukin Tidak Adil Menggerus Profesionalisme Dosen dan Masa Depan Pendidikan
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Krisis Orang Hilang di Meksiko Bayangi Venue Piala Dunia 2026
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Masih Jadi Sorotan Publik, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Terkini Nikita Mirzani​
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Polda Metro Jaya: Saksi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.