tvOnenews.com - Manchester City asuhan Pep Guardiola harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2 oleh Tottenham Hotspur pada pekan ke-24 Liga Inggris musim 2025/26.
Pertandingan yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu, itu berjalan kontras antara dua babak.
City tampil dominan di paruh pertama dan sempat unggul dua gol. Namun, Tottenham bangkit di babak kedua berkat penampilan impresif Dominic Solanke. Penyerang Spurs tersebut mencetak dua gol, termasuk sebuah tendangan spektakuler yang memastikan hasil imbang hingga laga berakhir.
- Action Images via Reuters/Andrew Boyers
Hasil ini membuat persaingan perebutan gelar Liga Inggris semakin sengit. Arsenal masih kokoh di puncak klasemen dengan 53 poin, sementara Manchester City gagal memangkas jarak poin.
Di sisi lain, Tottenham meraih satu poin penting meski tetap tertahan di papan tengah dengan koleksi 47 poin.
Dengan hanya 14 pertandingan Liga Premier tersisa, harus diakui City kini tertinggal cukup jauh dari The Gunners. Situasi ini diperparah oleh inkonsistensi permainan City sepanjang musim.
Manchester City juga dinilai kesulitan mengendalikan pertandingan, dan masalah cedera Rodri menjadi salah satu faktor utama.
Gelandang tersebut belum mampu kembali ke performa terbaiknya seperti saat meraih Ballon d'Or, yang berdampak besar pada keseimbangan tim.
Kehadiran mantan asisten manajer Liverpool, Pepijn Lijnders, yang didatangkan ke Etihad pada musim panas lalu, membawa pendekatan baru.
Guardiola bahkan menyoroti pengaruhnya terhadap permainan tanpa bola, di mana City kerap melakukan pressing agresif dan bertahan di garis tengah lapangan.
Namun, skuad City dianggap kurang cocok dengan gaya permainan berintensitas tinggi tersebut. Kondisi kebugaran Rodri yang belum optimal, ditambah tuntutan untuk menjelajah area yang luas, justru membuat lini pertahanan City semakin rentan.
Satu-satunya peluang yang masih bisa dimanfaatkan City adalah fakta bahwa mereka akan menjamu Arsenal pada 18 April mendatang.
Meski demikian, kemenangan tiga poin dari laga tersebut hampir menjadi keharusan jika City ingin tetap berada dalam perburuan gelar.
Catatan Guardiola melawan Mikel Arteta juga kurang meyakinkan, setelah gagal meraih kemenangan dalam empat pertemuan terakhir.



