Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta industri bersiap ikut menjalankan proyek gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Agus sudah berbicara dengan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) yang juga menaungi industri genteng. Ia menilai gentengisasi berdampak positif ke industri tersebut.
“Jadi yang tadi utilisasinya teman-teman Asaki sudah 90 persen dengan program gentengisasi itu pasti ekspansi, tidak ada pilihan lain. Jadi kita harus siap-siap,” kata Agus dalam Pelantikan Dewan Pengurus Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) 2026-2029) di Kantor Kementerian Perindustrian, Tulodong, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).
Selain itu, Agus juga memaparkan keunggulan genteng berbahan dasar tanah sebagai material atap, mulai dari lebih sejuk hingga ramah lingkungan.
“Yang pasti dia lebih sejuk, kemudian juga dia lebih tahan lama, kemudian juga dia pasti lebih ramah lingkungan, dan memiliki ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan atap-atap yang bahan bakunya bukan dari tanah,” ujar Agus.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggagas ide untuk penggunaan genteng berbahan dasar tanah untuk memperindah bangunan di setiap atap rumah. Nantinya, Koperasi Desa Merah Putih akan dilibatkan dalam industri genteng tersebut.
Menurut Prabowo, saat ini masih banyak ditemui atap rumah di berbagai daerah yang menggunakan seng. Seng dinilai tidak awet dan tidak ramah lingkungan.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat pada Senin (2/2).
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.





