Kamboja Bersihkan Kamp Scam Online, Ribuan Warga Tiongkok Ditangkap 

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada 31 Januari, polisi Kamboja melancarkan operasi penegakan hukum berskala besar di sebuah kawasan penipuan telekomunikasi (scam online), dan menangkap lebih dari 2.000 warga negara asing, termasuk lebih dari 1.700 warga Tiongkok.

Menurut laporan Cambodia–China Times, pada pagi hari itu polisi Kamboja menggelar operasi besar-besaran di sebuah kamp penipuan online di Kota Bavet, Provinsi Svay Rieng. Dalam operasi tersebut, sekitar 2.044 orang asing yang terlibat ditangkap, termasuk 78 perempuan.

Di antara para warga asing yang ditahan terdapat:

Operasi ini merupakan aksi pembersihan kamp penipuan terbesar yang dilakukan Kamboja dalam waktu dekat. Dilaporkan bahwa kawasan penipuan tersebut beroperasi dengan kedok kasino, memiliki 22 bangunan, dan telah lama digunakan untuk kegiatan ilegal.

Selain Provinsi Svay Rieng, beberapa wilayah lain seperti Provinsi Sihanoukville juga secara bersamaan melaksanakan operasi penindakan terhadap kamp-kamp penipuan online.

Sejak pertengahan Januari tahun ini, seiring dengan meningkatnya upaya pemerintah Kamboja dalam memberantas kejahatan penipuan online, banyak kamp penipuan dipindahkan atau dibubarkan. Akibatnya, sejumlah besar warga Tiongkok yang sebelumnya ditipu dan dipaksa bekerja di kamp-kamp tersebut berhasil melarikan diri dan mendatangi Kedutaan Besar Tiongkok di Phnom Penh untuk meminta bantuan.

Video yang beredar di internet menunjukkan banyak warga Tiongkok bertahan di luar gedung kedutaan, bahkan tidur di pinggir jalan pada malam hari, sehingga menarik perhatian media internasional. Namun, dilaporkan bahwa para warga Tiongkok yang sebelumnya menunggu di luar kedutaan tersebut kini telah dipindahkan seluruhnya.

Menurut media Kamboja, sekitar 500 warga Tiongkok yang keluar dari kamp penipuan online ditempatkan di sebuah lokasi penanganan sementara, berupa gudang besar yang telah dialihfungsikan di dekat bandara lama Phnom Penh.

Namun, banyak warganet menyatakan kekhawatiran atas keselamatan mereka, dengan komentar seperti:

“Sudah berhasil kabur dari kamp, tapi masih berani mendatangi Kedutaan Besar Tiongkok? Apakah mereka tidak tahu bahwa pemilik di balik kamp-kamp itu adalah pemerintah PKT?”

“Ditahan oleh PKT di gudang—jangan-jangan nanti malah dijual lagi ke pusat penipuan.”

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Zodiak Jadi Cara Ringan Pasangan Refleksi Hubungan di Awal Tahun, Intip Yuk Beauty!
• 7 jam laluherstory.co.id
thumb
Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi Dasarian I Februari 2026, Ini Wilayah Kategori Siaga dan Waspada
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kronologi Kebakaran Rita Pasaraya di Cilacap: Api dari Plafon Lantai 1
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Jajaki Kerja Sama Penempatan PMI Terampil di Bahrain
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Eks Pejabat Jelaskan Tupoksi, Kubu Nadiem: Menerima Uang Termasuk?
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.