Pemerintah berencana memanfaatkan limbah batu bara berupa fly ash dalam program gentengisasi atau penggantian atap seng menjadi genteng. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menyatakan industri genteng nasional hingga saat ini belum pernah menggunakan fly ash sebagai bahan baku produksinya.
Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mengatakan bahan baku utama yang digunakan pelaku industri selama ini masih berupa tanah liat (clay).
“Selama ini kami masih menggunakan bahan baku material tanah liat. Untuk yang disampaikan tadi, kami belum mencoba untuk melakukan riset, namun saya yakin itu terbuka peluang,” ujar Edy usai acara Pelantikan Pengurus Asosiasi Industri Keramik Indonesia (ASAKI), di Jakarta, Selasa, (3/2).
Ia mengatakan pemanfaatan fly ash belum pernah diuji dalam proses produksi genteng di lingkungan anggota ASAKI. Karena itu, industri masih perlu melakukan penelitian sebelum benar-benar mengadopsinya.
“Sehingga kami hanya membutuhkan sampel, contoh untuk kami lakukan riset di dalam laboratorium riset R&D kami. Moga-moga itu memang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Jika hasil uji laboratorium menunjukkan material tersebut layak secara teknis dan kualitas, industri tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dalam penyediaannya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program gentengisasi akan mengarah pada pemanfaatan fly ash sebagai bahan baku genteng.
“Kita sedang menghitung kalau atap seng itu diganti dengan genteng. Dan gentengnya itu berbasis pemanfaatan fly ash,” kata Airlangga.
Pemanfaatan fly ash dinilai dapat menjadi solusi pengelolaan limbah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara. Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya mencatat timbulan limbah fly ash PLTU PLN pada 2025 mencapai 1.996.805 ton.
Meski demikian, pengelolaannya belum optimal. Sejumlah provinsi bahkan mencatatkan persentase limbah belum dikelola sangat tinggi hingga 100%, di antaranya Aceh, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, dan Sulawesi Tenggara.




