Grid.ID - Dedi Mulyadi merasa dibohongi pedagang es gabus. Keluarga Suderajat kini sampaikan permohonan maaf.
Nama Suderajat sebagai pedagang es gabus kini viral menjadi perbincangan publik. Hal ini berawal karena video sejumlah oknum aparat yang terlihat menuding jualannya menggunakan bahan spons.
Permasalahan tersebut nampaknya telah selesai dengan permintaan maaf oknum aparat. Selain itu, berbagai macam bantuan juga berdatangan untuk Suderajat sekeluarga.
Suderajat Diduga Bohong soal Kondisinya
Saat kunjungan Dedi Mulyadi, Suderajat sebelumnya menyebut jika anaknya bersekolah di SD Negeri. Namun menurut Dedi, sekolah anak Suderajat ternyata sekolah swasta.
"Anaknya yang SD swasta, kata babe kemaren sekolahnya negeri. Ini (yang bener) sekolahnya swasta. Aku kan ngomong sama babeh ini, itu sekolah pasti swasta enggak mungkin bayaran. Sekolahnya swasta makanya bayar," ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Tribun Jakarta.
Namun Dedi mengatakan semestinya anak Suderajat tidak perlu membayar iuran meski mengenyam pendidikan di sekolah swasta. Ia pun berencana untuk mengecek ke pemerintah Kabupaten Bogor jika memang masih dimintai iuran oleh pihak sekolah.
"Tapi sekarang masyarakat itu mau di negeri atau swasta kalau pendidikannya dasar SD dan SMP harusnya gratis. Karena sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi. Kalau belum gratis, nanti saya urusin ke Pemda Kabupaten Bogornya," jelasnya.
Keterangan lain dari Suderajat yang diduga berbohong kepada Dedi Mulyadi adalah soal status rumah dan warisan. Menanggapi hal itu, pihak keluarga Suderajat memberikan permohonan maaf.
“Kami mewakili bapak, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih kepada seluruh donatur yang sudah menyisihkan rezeki untuk bapak saya. Semoga Allah membalas kebaikan, saya hanya bisa berdoa," ujar Andi, anak Suderajat, dikutip dari Kompas.com.
Andi lantas menjelaskan bahwa ayahnya terindikasi mengalami disabilitas dengan gangguan kejiwaan pascatrauma. Kondisi tersebut muncul setelah Suderajat dituduh menjual es gabus berbahan spons.
"Beliau memang punya rumah tapi sedang proses perbaikan atau renovasi melalui program RTLH. Proses renovasi sudah berjalan sejak Desember 2025," ungkap Andi.
"Sebagai anak, kami mewakili bapak kami sangat mohon maaf apabila kalian semua sangat kecewa," tambahnya.
Setelah menyadari adanya kejanggalan, Dedi Mulyadi merasa dibohongi pedagang es gabus. Pihak keluarga Suderajat pun menyampaikan permohonan maaf. (*)
Artikel Asli



