Terapkan Teknologi Rendah Emisi, MedcoEnergi Pangkas Metana di Blok Corridor

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menekan emisi metana sekitar 1.100 ton setara karbon dioksida (tCO2e) per tahun melalui penerapan teknologi nitrogen gas blanketing di fasilitas migas Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan. Inisiatif ini dijalankan anak usaha MedcoEnergi, Medco E&P Grissik Ltd., sebagai bagian dari penguatan operasi hulu migas rendah emisi.

MedcoEnergi menerapkan sistem nitrogen gas blanketing pada tangki penyimpanan untuk menekan pelepasan gas, terutama metana, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional fasilitas. Langkah tersebut menunjukkan upaya pengurangan emisi dapat berjalan seiring dengan optimalisasi kinerja aset migas.

Baca Juga
  • 2025, PIS Kurangi 116 Ribu Ton Emisi di Tahun 2025
  • Hanya 32 Perusahaan Bahan Bakar Fosil yang Bertanggung Jawab atas Emisi Karbon Dunia
  • Antisipasi Musim Kemarau, KLH Gelar Patroli Emisi

Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan pengendalian emisi metana menjadi bagian penting dari cara perusahaan menjalankan operasi secara bertanggung jawab. “Komitmen kami tidak berhenti pada penurunan emisi, tetapi juga pada bagaimana emisi tersebut diukur, dikelola, dan dilaporkan secara kredibel,” kata Ronald di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Penerapan teknologi nitrogen gas blanketing memperkuat posisi MedcoEnergi dalam kerangka pengelolaan emisi yang terukur. Perusahaan menempatkan pengurangan emisi metana sebagai prioritas, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap total emisi gas rumah kaca dari kegiatan hulu migas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Inisiatif di Blok Corridor juga selaras dengan partisipasi MedcoEnergi dalam Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0, standar global yang mendorong transparansi serta akurasi pengukuran dan pelaporan emisi metana. Melalui kerangka ini, perusahaan memperkuat tata kelola data emisi dan akuntabilitas operasional.

Ronald menilai pengurangan emisi metana tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap standar global, tetapi juga mencerminkan arah bisnis jangka panjang perusahaan. “Pengurangan emisi metana bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana kami menjalankan operasi yang lebih berkelanjutan dan berdaya tahan,” ujarnya.

MedcoEnergi mencatat kinerja penurunan emisi telah melampaui target 2025 dan berada pada jalur pencapaian sasaran interim 2030. Perusahaan berkomitmen memperluas penerapan teknologi efisiensi energi dan rendah emisi untuk mendukung aspirasi Net Zero Emission Cakupan 1 dan 2 pada 2050 serta Cakupan 3 pada 2060.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Pemain hingga Suporter, Semua Dirangkum dalam PSSI Awards yang Digelar pada Maret 2026 Bertepatan dengan FIFA Series
• 22 jam lalubola.com
thumb
Pemerintah Inggris Diminta Atur AI untuk Lindungi Media Independen
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Lansia Sebatang Kara di Sukoharjo Tewas Tertimpa Reruntuhan Rumah Roboh | SAPA PAGI
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Hanya Habib Bahar, Polisi Ungkap 3 Tersangka Lain Dalam Dugaan Penganiayaan Banser, Siapa Saja?
• 4 menit lalutvonenews.com
thumb
Dishut Kalsel Perketat Pengawasan Hutan Usai Temuan Tambang Ilegal oleh BPK
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.