Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para tokoh pimpinan organisasi Islam dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah, pada siang hari ini, Selasa, 3 Februari 2026. Pertemuan tersebut akan membahas berbagai isu strategis nasional hingga dinamika global.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengatakan, pertemuan ini merupakan agenda rutin yang digelar Presiden setiap tiga hingga empat bulan sekali sebagai wadah dialog dengan tokoh-tokoh umat.
"Hari ini, Bapak Presiden akan menerima pimpinan organisasi Islam, tokoh-tokoh Islam, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. Ini pertemuan rutin yang biasanya dilakukan setiap 3–4 bulan sekali," kata Teddy kepada wartawan, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut Teddy, diskusi akan menyoroti berbagai capaian pemerintah serta program-program strategis yang tengah dijalankan. Selain itu, Presiden juga akan menyampaikan pandangan terkait kondisi nasional dan internasional.
"Nanti kira-kira akan membahas pencapaian pemerintah, program-program strategis, serta kondisi dalam negeri dan luar negeri," ujarnya.
Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh sekitar 40 hingga 50 tokoh dari hampir seluruh organisasi Islam besar di Indonesia, seperti PBNU, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Islam (Persis), Syarikat Islam, serta sejumlah pimpinan pondok pesantren, khususnya dari Jawa Timur dan daerah lainnya.
Teddy menambahkan, pembahasan juga akan mencakup isu-isu global, termasuk topik Board of Peace yang belakangan menjadi perhatian internasional.
"Semua akan dibahas, termasuk isu-isu global seperti Board of Peace. Karena memang pembahasannya mencakup kondisi dalam negeri dan luar negeri," jelasnya.
Pertemuan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama sekitar tiga hingga empat jam dengan format diskusi terbuka antara Presiden dan para tokoh Islam.
Editor: Redaksi TVRINews





