Aset Putra Kedua Khamenei di London Terungkap : Ia Memiliki Properti Senilai Ratusan Juta Poundsterling di Rich Street

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Petunjuk baru mengenai aset luar negeri yang disembunyikan oleh keluarga Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, kembali terungkap. Aset tersebut diduga dimiliki oleh putra keduanya dan mencakup properti bernilai lebih dari 100 juta pound sterling yang berlokasi di “Jalan Para Miliarder” di London.

Menurut laporan Bloomberg, para penyelidik menemukan sebuah jaringan properti dan aset keuangan yang diyakini terkait dengan Mojtaba Khamenei. Jaringan ini beroperasi melalui perusahaan cangkang dan perantara, serta memiliki 11 properti di Bishops Avenue—yang dijuluki “Jalan Para Miliarder”—dengan nilai total melebihi 100 juta pound sterling (sekitar 137 juta dolar AS). Bishops Avenue terletak di kawasan Hampstead, London utara, yang dikenal sebagai kawasan tempat tinggal para superkaya dan selebritas.

Mojtaba Khamenei, kini berusia 56 tahun, dipandang sebagai salah satu kandidat potensial penerus Ayatollah Ali Khamenei. 

Sejak 2019, ia telah dikenai sanksi Amerika Serikat karena perannya di kantor Khamenei serta dugaan keterkaitannya dengan lembaga keamanan Iran. Selain di Inggris, portofolio properti Mojtaba juga mencakup vila-vila mewah di kawasan elit Dubai, serta properti komersial dan hotel di berbagai negara Eropa. Selain itu, ia juga dilaporkan memiliki rekening bank dan aset keuangan di sejumlah negara.

Seluruh aset tersebut tidak terdaftar atas nama Mojtaba secara langsung, melainkan dimiliki melalui perusahaan cangkang, perwalian, dan pihak ketiga. Skema semacam ini membantu menyamarkan identitas penerima manfaat sebenarnya dan mempersulit pelacakan.

Investigasi lebih lanjut menemukan bahwa jaringan aset ini bergantung pada seorang perantara kunci, yakni bankir Iran Ali Ansari. Ansari telah dijatuhi sanksi oleh Inggris pada Oktober tahun lalu karena diduga menyediakan pembiayaan bagi Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). 

Para penyelidik menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Ansari diduga digunakan untuk membeli, mengelola, dan menahan aset luar negeri yang berkaitan dengan kepentingan Mojtaba. Dana-dana tersebut diyakini dipindahkan melalui transaksi berlapis yang melibatkan Inggris, Uni Emirat Arab, Swiss, serta pusat keuangan lepas pantai.

Para analis menilai bahwa pendapatan negara Iran—termasuk pendapatan minyak—kemungkinan disalurkan ke dalam jaringan ini. Laporan investigasi tersebut menjadi bukti terbaru mengenai akumulasi kekayaan besar keluarga Khamenei. 

Keluarga Khamenei dipandang sebagai salah satu dari empat keluarga paling berpengaruh di Timur Tengah, dan dikabarkan mengendalikan kerajaan bisnis dengan aset lebih dari 300 miliar dolar AS, dengan kepentingan di hampir seluruh sektor industri di Iran.

Setelah pecahnya aksi protes besar-besaran anti-pemerintah di Iran, media Israel pada 14 Januari melaporkan bahwa sejumlah pejabat tinggi Iran—termasuk putra Khamenei—telah mentransfer 1,5 miliar dolar AS ke rekening kustodian di Dubai dalam dua hari terakhir.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada 15 Januari mengatakan kepada media bahwa Amerika Serikat akan melacak aliran dana besar yang dipindahkan pejabat Iran ke luar negeri. Ia menegaskan:

“Tugas Departemen Keuangan adalah melacak aliran dana, baik melalui sistem perbankan maupun aset digital. Kami akan mengejar aset-aset ini—mereka tidak akan bisa terus memilikinya.”

Laporan gabungan oleh Jin Jing / Editor penanggung jawab: Lin Qing


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Desak Mama Ratih Ungkap Sosok Ayah Biologis Ressa Rosano, Enrico Tambunan Pasang Badan Bela Denada
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun ke Rp2.844.000 per Gram
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Banjir Dukungan Selebritis Usai Denada Ungkap Pengakuan dan Minta Maaf pada Ressa, Ada dari Mantan Suami!
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Truk Pasir Terguling di Jalan Soekarno-Hatta Bandung Dievakuasi, Sopir Ngantuk
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Diterapkan Februari, Ini yang Akan Dilakukan OJK Selain Membuka Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.